Sayangi Uang Dengan 3D: Didapat, Disimpan, Dibelanjakan

Foto: dereamstime.com

Jakarta, Sayangi.com – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah mengajak masyarakat untuk merawat dan menyayangi uang kertas, sehingga benda berharga tersebut awet dan tetap berlaku sebagai alat penukar yang sah.

“Uang jangan dilipat-lipatlah atau ditulisi macam-macam,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Tengah Purjoko di Palu, Selasa (6/8). Dia menyatakan, bentuk perawatan terhadap uang kertas itu secara umum bisa dilakukan dengan cara “3D”, yakni didapat, disayang, dan disimpan hati-hati untuk selanjutnya dibelanjakan.

“Kalau banyak dilipat maka akan mempercepat proses kerusakan uang,” katanya. Selain itu, dia juga meminta masyarakat untuk tidak melubangi uang kertas dengan “stapler” karena itu akan dianggap sebagai uang rusak di petugas Kantor Bank Indonesia.

Dia berharap masyarakat bisa memperlakukan uang kertas rupiah seperti memperlakukan mata uang asing, seperti dolar AS, karena nilainya yang tinggi. Dia mengakui mata uang asing yang beredar di Indonesia sebagian besar dalam kondisi baik dan terjaga dengan baik.

“Kalau bisa masyarakat menganggap rupiah seperti mata uang asing sehingga teliti saat merawat,” katanya. BI Sulawesi Tengah mencatat selama 2011, pihaknya telah menarik uang lusuh dari masyarakat sebanyak Rp 717,6 miliar. Sedangkan pada 2012 BI Sulawesi Tengah hanya menarik uang lusuh sebesar Rp 370 miliar. Uang lusuh itu telah dimusnahkan dan diganti dengan uang baru.

Semakin sedikit uang lusuh yang ditarik berarti semakin berkurang pula biaya pencetakan uang baru. (MSR/ANT)