Dishub: 55 Bus Angkutan Lebaran Tidak Laik Jalan

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Dinas Perhubungan DKI Jakarta menemukan 55 armada bus angkutan lebaran tidak layak operasi. Hal itu berdasarkan pengujian kendaraan bermotor (PKB) di Posko Pengujian Kendaraan Bermotor di Terminal AKAP Pulogadung, Jakarta Timur. Pengujian kendaraan bermotor itu dilakukan terhadap 197 bus sejak H-7 lebaran atau Kamis (1/8) hingga H-2 Lebaran atau Selasa (6/8).

“55 bus kendaraan yang sudah kami diperiksa itu dinyatakan tidak tidak layak operasi. Sebagian besar penyebabnya adalah karena adanya kaca yang retak, tidak adanya alat keselamatan dan baut pengikat, bodi yang sudah mulai rapuh, ban vulkanisir, speedometer, dan buruknya emisi gas buang,” kata Penguji Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Suparman, saat dihubungi Sayangi.com, Rabu (7/8).

Untuk bus yang layak operasi, lanjut Suparman, pihaknya menempelkan sebuah stiker yang menyatakan bus laik operasi. Sementara yang tidak layak operasi tidak diberikan stiker. Apabila terdapat bus yang tidak layak operasi masih beroperasi, maka petugas akan langsung mengetahui dan merazia bus tersebut.

“Pasti ada sanksi untuk bus yang masih memaksa melakukan operasi. Yang jelas, setiap bus yang akan berangkat dari Terminal AKAP Pulogadung, akan kami diperiksa setelah sopir bus kami tes urine. Intinya, sistem pengereman, keselamatan, lampu-lampu, dan ban yang tidak divulkanisir harus aman,” jelas Suparman.

Sementara, kata Suparman, untuk bus yang tidak laik operasi sudah diberikan surat peringatan dan busnya dikembalikan ke Perusahaan Otobus (PO) masing-masing untuk diperbaiki atau diganti dengan bus lain yang lebih baik. (HST)