DPR: Mudik Tahun Ini Lebih Baik

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi V DPR RI Teguh Juwarno menilai kelancaran arus mudik khususnya ke Jawa, tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu. Selain itu, pengerahan petugas kepolisian di sepanjng jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) juga sangat membantu kelancaran lalu lintas mudik.

“Secara umum dengan waktu libur jelang lebaran yang lebih panjang. Relatif mudik tahun ini berjalan lancar dan lebih tertib,” ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (7/8/2013).

Terkait kecelakaan dan angka korban mudik tahun ini Teguh menyatakan ada penurunan yang signifikan dibanding periode yang sama. “Kecelakaan terbesar masih didominasi moda sepeda motor. Sementara mudik gratis untuk pengguna sepeda motor yang disiapkan pemerintah belum maksimal dimanfaatkan. Sosialiasi yang kurang menjdi salah satu penyebab. Namun saya kira program ini harus dilanjutkan tahun depan,” ungkapnya.

Teguh melihat banyaknya korban jiwa dari pemudik yang menggunakan sepeda motor ini rata-rata karena faktor kelelahan, menghindari jalan berlubang, muatan yang berlebihan sehingga mengganggu kenyamanan berkendara. Ketiga faktor itu menjdi penyebab.

“Nah yang bisa terus pemerintah lakukan adalah memperbaiki persiapan jalur mudik. Sedangkan kalau dari sisi pengguna, masalah disiplin berkendara yang masih rendah dan keinginan yang tinggi untuk cepat sampai tujuan jadi sering melupakan faktor keselamatan,” jelasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, program mudik yang digalakkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan kurang optimal. Salah satu pemicunya adalah sosialisasi yang kurang maksimal.

Dijelaskan Teguh, salah satu faktor kurangnya sosialisasi karena subsidi untuk program ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mana baru tahun ini diputuskan oleh Komisi V DPR. “Dan waktunya juga hanya sekitar dua bulan jelang mudik. Sosialiasinya belum maksimal dan masyarakat banyak yang belum tahu atau juga masih ragu apakah benar program itu ada,” ungkap mantan presenter berita televisi nasional itu.

Kalau tahun depan dilaksanakan lagi, Teguh yakin akan lebih banyak pemudik motor yang ikut Program Mudik Gratis.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto mengatakan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas sejak dimulainya operasi ketupat, hingga H-3 lebaran, terus meningkat.

Hingga H-3, jumlah korban kecelakaan lalu lintas diketahui mencapai 178 jiwa. Pada H-4, jumlah kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Namun pada H-3 meningkat jadi 59 orang. Bertambah 12 orang yang meninggal dalam jarak waktu satu hari. Padahal polisi telah menempatkan ribuan anggotanya di sepanjang jalur mudik, namun kecelakaan pemudik terus meningkat dari hari ke hari.

Sementara pada H-3 lebaran 2013, ada 59 pemudik yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Bertambah 12 orang dari H-4. Sebanyak 257 orang diantaranya tercatat mengalami luka berat dan 1.033 orang mengalami luka ringan. Total jumlah kecelakaan sampai dengan H-3 ada 832 kasus.

Dari data penyebab kecelakaan, 184 kasus diakibatkan karena pengemudi mengantuk. Selain faktor fisik, kecelakaan juga terjadi karena faktor lain, seperti tidak menjaga jarak antar kendaraan (104 kasus), melanggar batas kecepatan (75 kasus), meminum minuman beralkhohol (20 kasus) dan melanggar lampu lalu lintas (15 kasus).

Sementara itu, menurut data Kepolisian Daerah Jawa Tengah, hingga H-2 lebaran jumlah korban jiwa akibat kecelakaan arus mudik mencapai 22 orang. Jika dibanding tahun sebelumnya, hingga H-2 lebaran, kecelakaan lalu-lintas arus mudik memakan korban jiwa hingga 48 orang. Korban tewas akibat kecelakaan selama lima hari arus mudik mengalami penurunan hingga 54 persen. Sedangkan angka kecelakaannya turun hingga 26 persen. (RH)