Khatib: Bencana Teguran Allah Untuk Jaga Lingkungan

Foto: Antara

Ambon, Sayangi.com – Rektor IAIN Ambon Dr. Hasbullah Toisutta, MAg menegaskan bencana alam banjir dan tanah longsor di sebagian besar kawasan Kota Ambon dan Maluku Tengah Juli 2013, merupakan teguran Allah SWT kepada umat beragama di daerah ini.

“Sejumlah bencana alam yang terjadi di Kota Ambon dan Maluku Tengah, merupakan pukulan terberat bagi seluruh umat beragama di Maluku. Ini teguran Allah atas ketidak pedulian kita menjaga lingkungan,” kata Hasbullah Toisutta saat menjadi Khatib Sholat Ied yang di pusatkan di Masjid Alfatah, Ambon, Kamis (8/8) pagi.

Dihadapan ribuan warga yang memenuhi masjid terbesar di Maluku tersebut, Hasbullah menegaskan, umat Muslim patut bersyukur karena dapat menjalankan ibadah Ramadhan selama sebulan penuh karena didukung kondisi keamanan di daerah ini yang semakin kondusif.

Namun di sisi lain, perayaan Idul Fitri sebagai hari kemenangan bersama itu juga diwarnai keprihatinan yang dalam karena 1.027 kepala keluarga (KK) atau 5.530 jiwa warga Negeri Lima, Pulau Ambon, Maluku Tengah, menjadi korban jebolnya natural Dam Way Ela pada 25 Juli lalu, sehingga harus merayakannya di lokasi pengungsian.

Begitu pun ribuan warga pada sejumlah kawasan di Kota Ambon juga harus meninggalkan rumah mereka yang hancur dan rusak akibat terendam banjir maupun tertimbun tanah longsor pada 30 Juli 2013. “Bahkan banjir tahun ini lebih dasyat dari peristiwa serupa tahun sebelumnya. Ini karena kita semua tidak peduli akan kelestarian lingkungan. Bahkan cenderung merusaknya,” katanya.

Dia menegaskan, bencana alam yang terjadi merupakan teguran Allah SWT agar seluruh umat melakukan mengintrospeksi diri, terutama memperbaharui sikap dan tingkah laku, serta bertindak arif terhadap lingkungan sekitar. “Umat Manusia adalah pemegang mandat tertinggi atas alam, tetapi karena perbuatan tangan kita semua merusaknya, sehingga bencana datang terus menerus,” katanya.

Hasbullah juga mengingatkan pemerintah daerah untuk serius menangani dampak bencana, termasuk melakukan langkah-langkah perbaikan lingkungan, sehingga bencana banjir dan longsor tidak terulang di masa mendatang. “Jangan manfaatkan bencana banjir dan tanah longsor untuk mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.

Hasbullah juga mengingatkan warga Muslim untuk memanifestasikan hari kemenangan tersebut dalam semangat hidup orang basudara (bersaudara) yang merupakan falsafah hidup orang Maluku, meningkatkan kepekan sosial serta peduli dengan sesama yang miskin dan menderita.

Umat diimbau untuk berdoa bagi warga yang menderita akibat dilanda bencana banjir dan tanah longsor, serta bermohon kepada Allah Sang Pencipta kiranya dianugerahi ketabahan dalam menghadapi cobaan hidup, serta diberikan semangat untuk bangkit dari keterpurukan. (HST/ANT)