Ini Menu Wajib Saat ‘Open House’ di Rumah Agus Marto

Foto: Sayangi.com/Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Sayangi.com – Selain Presiden SBY yang menggelar open house di Istana Negara, hampir semua menteri dan lembaga tinggi negara juga menggelar open house di kediaman pribadi dan dinasnya. Salah satunya Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo. Apa saja menu wajib yang harus dihidangkan saat halal bi halal di rumahnya?

Ketika disinggung apa makanan favoritnya, Agus mengaku karena tadi malam ketika buka puasa terakhir lontong cap gomeh sudah disantapnya bersama keluarga, maka ketika pagi harinya hingga open house digelar, Ia sengaja tidak menghadirkan kembali lontong cap gomeh atau menu yang lazim menjadi hidangan saat lebaran.

“Saya sengaja hidangkan menu lain. Ada sop kambing, dan menu Eropa tenderloin steak, selain itu ada menu tradisional seperti jajanan pasar. Kalau datang ke keluarga besar, pasti semua ada lontong cap gomeh. Karena saya anak paling kecil dari enam bersaudara, maka saya yang menghampiri kakak-kakak saya dan ibu,” ujarnya di rumah dinas Gubernur BI, Jalan Jenggala I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2013).

Agus mengisahkan nasibnya sebagai anak bungsu. Kakak tertuanya yang perempuan sendiri, yang lainnya laki-laki, tidak kemudian menjadikannya dimanja. “Jadi hidup saya sejak kecil itu survival juga. Ada hukum linier yang tua harus didahulukan. Misalnya, ketika baca komik kakak-kakaknya yang duluan, saat yang lain belum naik mobil ketika dijemput kemana-mana, kakaknya juga yang didahulukan, saya si bungsu selalu belakangan,” kisahnya mengenang masa kecil.

Diakui Agus, hampir semua lebaran selalu berkesan. Namun tetap, Ia merasa momentum lebaran ketika orang tua masih hidup merupakan lebaran yang paling berkesan baginya. “Mangkanya, yang masih punya orang tua terkadang kurang menghargai, tapi ketika tidak punya, kita merasa kehilangan. Karena orang tua adalah insan paling tulus kepada kita, selalu berbaik sangka, bersyukur dan besar hati terhadap prestasi kita,” ungkapnya.

Ada pun nasihat orang tua yang masih terngiang hingga sekarang dikatakan Agus, umumnya adalah untuk menjaga hubungan antar orang, berbaik sangka, utamakan silaturahim, dan jangan jadi orang yang tinggi hati. “Saya selalu ingat pesan-pesan itu. Selain itu, kalau kita bekerja harus jujur, dan berikan yang terbaik untuk negara maupun instansi tempat kita mengabdi,” tandas Gubernur BI. (HST)