Produksi Garam Surplus, Koq Masih Impor?

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menyatakan produksi garam mencukupi kebutuhan dalam negeri. Menurutnya, soal impor garam pada Juni 2013 yang dilakukan Indonesia mencapai 112 ribu ton atau senilai US$ 5,6 juta itu merupakan domain Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

“Itu bukan domain saya, Kemenperin dong. Kalau kita kan hanya fokus produksi, dan saat ini produksi garam kita surplus hingga 2,2 juta ton garam,” ujarnya kepada Sayangi.com di Jakarta, Jumat (9/8).

Ditambahkan Sharif, sejak tahun 1960 tidak pernah swasembada untuk garam konsumsi. Namun tahun ini kelebihan 153 persen, dimana tahun lalu produksi garam kita 1,32 juta ton.

Sharif mengaku selalu mengampanyekan potensi kelautan dan perikanan kita. Ketika mendampingi Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie saat mengunjungi PP Muhammadiyah, beberapa hari lalu, Ia mengatakan, dalam Al Quran ada 36 ayat mengenai lautan dan 15 ayat menyebut daratan. “Artinya, Tuhan telah menciptakan sumber daya alam yang begitu melimpah di lautan. Untuk itu, pemerintah terus berupaya memaksimalkan segala potensi itu untuk kepentingan Bangsa,” ungkap Sharif.

Selain itu ditegaskan Sharif, kelebihan produksi garam konsumsi itu juga akan berlaku bagi garam industri yang selama ini masih diimpor. “Kelebihan stok garam konsumsi dapat dikonversi menjadi bahan baku garam industri. Rencananya 2013 ini kita akan ekspor garam dari kelebihan itu,” tandasnya. (HST)