Surya Paloh Pasrah Endriarto Nyapres Lewat Demokrat

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Suryo Paloh, menegaskan, partainya tidak merasa dikhianati jika kadernya yang mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purnawirawan) Endriartono Sutarto, akhirnya mengikuti konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat.

“Tidak ada khianat mengkhianati. Kepentingan bangsa dan negara harus dikedepankan, di atas segala-galanya. Jadi saya ikhlas dan restui Pak Tarto ikut konvensi capres Demokrat. Kalian bisa lihat sendiri, di hari baik ini, semua tokoh parpol bersaudara dan berbaik-baikan,” ujar Surya Paloh, usai menghadiri acara open house di kediaman mantan Wapres RI, Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/8).

Lebih lanjut bos Media Group itu menilai tidak ada yang istimewa dari konvensi capres dari partai yang dipimpin oleh Presiden SBY itu.  Dia menjelaskan, Demokrat hanya melakukan plagiat dari apa yang telah dilakukannya 10 tahun lalu ketika Surya Paloh masih di Golkar.

“Saya dulu, selaku Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, yang pertama kali menggagas konvensi tersebut, jadi saya tidak habis pikir kenapa sekarang ada yang melakukan itu,” ujarnya.

Meski demikian, Surya Paloh tetap menghormati apa yang menjadi tata cara partai besutan SBY tersebut. Dia tidak mempermasalahkan jika memang cara yang pernah digagasnya tersebut ditiru oleh kompetitornya.

Ketika ditanya, apakah bakal ada koalisi antara partainya dengan partai pimpinan SBY itu, dijawab oleh Surya, itu memungkin saja. “Namun kami sebagai partai baru lebih fokus ke dalam konsolidasi internal partai dan sosialiasi ke masyarakat. Dengan target meraih suara 10 persen dalam Pemilu Legislatif 2014 mendatang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyebutkan empat nama calon peserta konvensi Partai Demokrat, yakni mantan KSAD Jenderal Purn TNI Pramono Edhie Wibowo, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Ketua DPD RI Irman Gusman dan Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal.

Selain empat nama yang sudah disebut oleh presiden, Demokrat juga memperkirakan dua kandidat lainnya, antara lain mantan Menhukham Yusril Ihza Mahendra dan mantan panglima TNI Jenderal Purnawirawan Endriartono Sutarto. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto sendiri, mengaku diminta ikut konvensi namun masih mempertimbangkannya.

“Saya ditelepon oleh Pak Jero Wacik (Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat, red) untuk ikut konvensi. Tetapi saya kan di Nasdem, maka saya akan komunikasikan dulu dengan yang lain,” kata Endriartono di Mabes TNI, Jakarta, baru-baru ini. (HST)