Filipina Perkokoh Perlindungan Anak-anak dari Kekerasan Perang

Ilustrasi Foto: Antara

Manila, Sayangi.com – Presiden Filipina Benigno S. Aquino III akan memperkokoh program pemerintah untuk perlindungan anak-anak akibat permusuhan bersenjata, kekerasan dan eksploitasi, kata pejabat tinggi pada Kamis.

Menurut Sekretaris Eksekutif Paquito Ochoa Jr, program tersebut akan dipenuhi melalui perombakan Komite Antar-Lembaga urusan Anak-anak dalam Konflik Bersenjata (IAC-CIAC).

Dia mengatakan, Presiden Aquino baru-baru ini menandatangani Executive Order No 138 untuk mengubah Executive Order No 56 (2001), dan menempatkan IAC-CIAC di bawah pengawasan langsung Badan Kesejahteraan Anak (KSK), bukan Kantor Penasihat Presiden tentang Proses Perdamaian (OPAPP).

Berdasarkan EO Nomor 138, KSK akan menjadi badan utama dalam pelaksanaan Kerangka Program CIAC, yang membahas keterlibatan mengkhawatirkan anak-anak dalam konflik bersenjata, baik sebagai kombatan, kurir, mata-mata, petugas medis, juru masak atau perekrutan mereka untuk tujuan seksual.

Dewan juga akan bertanggung jawab mengkoordinasikan dan memantau kerangka program di semua tingkatan.

Aquino juga memerintahkan instansi-instansi pemerintah pusat untuk merumuskan dan mengintegrasikan kerangka program tahunan mereka dan proyek konsultasi dengan KSK, kata Ochoa. (VAL/ANT)

Sebuah laporan PBB baru-baru ini menyebut Filipina sebagai di antara 22 negara tahun lalu yang mengalami konflik melibatkan prajurit anak.

Menurut laporan itu, tercatat 11 insiden perekrutan dan penggunaan anak-anak di negeri ini, yang melibatkan 23 anak laki-laki dan tiga anak perempuan yang direkrut oleh Kelompok Abu Sayyaf (ASG), Tentara Rakyat Baru (NPA), Front Pembebasan Islam Moro (MILF), dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP). (VAL/ANT)