Diberitakan Negatif, Ustad Solmed Masih “Laku”

Foto: Kaskus

Jakarta, Sayangi.com – Hari-hari Ustad Solmed kali ini dipenuhi dengan berbagai pemberitaan. Namun bukan pemberitaan mengenai ceramahnya yang dapat memukau jutaan jamaah, atau juga pemberitaan mengenai anaknya yang belum lama ini lahir. Akan tetapi pemberitaan miring seputar permasalahannya dengan pihak EO dari Hongkong yang menuai pro dan kontra baik di kalangan masyarakat ataupun pihak ulama. Terutama setelah beredarnya surat TKI Hongkong yang ditujukan ke Ustad Solmed. Seperti mendapatkan bola panas, tak henti – hentinya setiap hari sang Ustad di sudutkan oleh pemberitaan mengenai dirinya.

Dari sederet pihak yang menentang kelakuan Ustad Solmed, FPI yang paling gencar melakukan hal tersebut. FPI berani melakukan hal itu karena memang sang Ustad masuk dalam jajaran pengurus organisasi Islam tersebut. Ustad Solmed dipindahkan dari jabatan yang sebelumnya tinggi (Wakil Sekjen DPP FPI. Red) ke bidang seni dan budaya dimana jabatan itu sebenarnya tidak ada dalam organisasi islam tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengucilkan Ustad yang beristrikan April Jasmine ini karena dianggap telah melakukan tindakan yang tidak mencerminkan seorang Ustad.

Front Pembela Islam dalam hal ini sangat tidak mentolerir siapapun ustad atau dai yang menggunakan tarif tinggi dalam berceramah. Seperti yang dilakukan oleh Ustad Solmed. FPI mengatakan bahwa hal tersebut adalah haram hukumnya. Apapun yang dimakan atau dibelanjakan dari tarif yang didapatkan dalam berceramah tersebut haram hukumnya. FPI sendiri berencana akan kembali merangkul sang Ustad jika dia mau bertobat.

Namun ketika kelakuan sang Ustad dibongkar habis – habisan oleh pihak FPI, bukannya malahan berfikir, intropeksi diri dan mengakui kesalahan, malahan balik menyerang FPI. Sampai saat ini FPI masih belum menetukan tindakan apa yang akan diambil apabila Ustad Solmed tidak mau berubah. Ustad Solmed tidak langsung dipecat dari FPI karena dianggap masih menghargai perjuangannya sejak masuk FPI pada 1998.

Seperti diketahui, Ustad satu ini seringkali menuai kontroversial. “Kalau iblis diciptakan untuk menggoda manusia, begitulah takdir Narji diciptakan untuk dicaci-maki manusia,” karena ucapannya yang ini di sebuah acara musik di stasiun televisi swasta, Ustad Solmed dipanggil oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Kata-kata tersebut ditujukan pada Narji Cagur yang menjadi salah satu host di acara tersebut.

Selain itu, Ustad Solmed juga pernah menggunakan mobil mewah Lamborghini saat membagikan sembako dalam sahur on the road bulan puasa kemarin. Hal-hal yang dilakukan Ustad Solmed dikatakan beberapa orang tak memiliki karakter seorang ustad yang harusnya tidak riya’ (sombong. Red). Sementara itu, Ustad Solmed hingga saat ini masih mengisi beberapa acara di stasiun televisi swasta. Sejauh ini, belum ada efek dari pemberitaan negatif tentang dirinya yang membuat Stasiun Televisi Swasta harus mendepaknya. (FIT/berbagai sumber)