MUI Tetap Tolak Miss World, Meski Miss Israel Tak Ikut

Foto: missindonesia.co.id

Jakarta, Sayangi.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan menolak penyelenggaraan ajang pemilihan Miss World di Indonesia.

“Alasannya, karena kontes itu menjadikan wanita sebagai obyek yang hanya dijadikan ajang cari untung saja,” tutur Ketua MUI Amidhan kepada BBC. Namun Amidhan mengakui, MUI tidak bisa berbuat apa-apa seandainya kontes itu tetap berlangsung.

“Kami ‘kan bukan polisi syariah, jadi posisi kami hanya menolak,” kata Amidhan. Beberapa bulan yang lalu, organisasi-organisasi massa berbasis Islam mengadakan aksi unjuk rasa menolak penyelenggaraan Miss World di Bogor.

Sementara itu, penyelenggara Miss World di Indonesia, MNC menyatakan, sejak tahun 2010 mereka sebenarnya sudah melakukan diskusi dengan pihak MUI. “Kami mendengarkan keberatan mereka dan kami pun melakukan penyesuaian, seperti tidak ada sesi bikini. Jadi, sama saja seperti kontes Putri Indonesia atau Miss Indonesia, hanya kali ini pesertanya dari mancanegara,” papar Syahril Nasution, Corporate Director RCTI, salah satu anak perusahaan MNC.

Para kontestan Miss World ke-63 akan berada di Bali selama kurang lebih tiga minggu, sebelum mengikuti malam puncak yang dilaksanakan di Sentul, Bogor, pada 28 September.

Peserta dari Israel – yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia – dipastikan tidak akan ikut serta dalam ajang pemilihan tersebut. “Kami baru saja menerima surat dari wakil Miss World Israel yang memastikan pengunduran diri mereka,” kata Syafril Nasution, tanpa menjelaskan alasan pengunduran diri tersebut. Namun sejumlah media massa Israel menulis, penarikan mundur tersebut karena Indonesia selaku tuan rumah adalah salah satu negara yang tidak mengakui keberadaan negara Israel. (MSR/BBC)