2014, OJK Akan Ambil Alih Pengawasan Perbankan dari BI

Foto : Antara

Jakarta, Sayangi.com – Posisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini dinilai sangat penting karena mengambil alih tugas-tugas yang awalnya dilakukan oleh Bapepam LK di bawah Kementerian Keuangan. Bahkan pada tahun 2014 mendatang, posisi OJK semakin strategis karena akan mengambil alih pengawasan Perbankan dari Bank Indonesia.

Demikian disampaikan Directur Humas OJK, Gonhtor Ryantori Aziz, dalam sosialisasi OJK yang diselenggarakan di Galery Cafe oleh The Jakarta Institute, Jakarta (Jumat, 23/08). Dia mengatakan, sosialisasi tersebut penting karena karena OJK baru berjalan sekitar Tujuh bulan yang lalu, dan banyak masyarakat yang tidak kenal dengan OJK.

Berdasarkan UU No. 21/2011, OJK merupakan lembaga independen yang memiliki fungsi, tugas dan wewenang untuk mengatur dan memberikan pengawasan terhadap jasa keuangan. Dalam hal ini, OJK mengambil alih fungsi Bank Indonesia dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas perbankan.

“Sosialisasi ini dilakukan kepada mahasiswa agar nantinya efek dari mahasiswa sampai ke masyarakat, karena mereka-mereka ini kan kaum intelektual,”kata Gonthor, sambil mengatakan bahwa peawasan yang dilakukan OJK ini dilakukan agar bisa berjalan dengan baik, transfaran, akuntabel dan lebih melindungi konsumen.

Sementara itu, Direktur The Jakarta Institute, Rahmat Sholeh, mengatakan dalam diskusi yang diakhiri dengan ramah tamah bersama, bahwa OJK sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk melindungi aset-asetnya di lembaga non bank dan bank. Di saat yang sama, OJK juga diharapkan bisa membantu proses jalannya keuangan yang baik di Indonesia, apalagi kelahiran OJK ini merupakan sebuah kemajuan bangsa.

Rahmat menambahkan sosialsiasi ini penting dilakukan, agar masyarakat dan mahasiswa memahami mengenai peran dan fungsi OJK itu sendiri. Rahmat berharap agar sosialisasi ini juga dapat melibatkan mahasiswa daerah sehingga mengetahui betul peran dan fungsi OJK tersebut. (MARD)