Mengaku Dijewer, Anak Kabur Dari Rumah

Foto: The Guardian

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan pelaku pemukulan terhadap seorang anak berinisial MNH (8 tahun) adalah ayah kandung korban (berinisial SA) dan ibu tiri (berinisial DH). Keduanya tidak ditahan dengan pertimbangan khusus.

Diketahui, keduanya memiliki empat anak, dimana anak dengan usia yang paling besar (12 tahun) ternyata berkebutuhan khusus. Sementara anak paling kecil masih berumur 18 bulan.

“Korban mengalami penganiayaan yang dilakukan bapak kandung dan ibu tirinya, di kediaman mereka di kawasan Pancoran Mas, Depok, Kamis (22/8) pukul 14.00 WIB silam,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/8).

Kejadian penganiayaan itu, tutur Rikwanto, sudah dilaporkan ke Polres Depok, dengan nomor laporan LP 1802/A/VIII/2013/PmJ/Resta Depok, 23 Agustus 2013. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu potong bambu lebar sekitar 2 cm, panjang 50 cm. Polisi juga telah memeriksa dua orang saksi, Jefri Febrianto dan Lioh atau Rio. Keduanya merupakan petugas Customer Service sebuah pusat perbelanjaan di Depok.

“Modus pelaku yakni korban mengaku dijewer oleh ibu tiri dan ditampar serta dipukul bapak kandung,” tegas Rikwanto.

Rikwanto menuturkan kejadian berawal saat Kamis (22/8) pukul 19.45 WIB. MNH ditemukan di sebuah pusat perbelanjaan di Depok. Rupanya ia kabur dari rumah setelah dianiaya. MNH diserahkan oleh saksi ke Polres Depok.

“Pada saat korban diinterograsi di Polres Depok, dia mengaku telah dijewer oleh ibu tiri dan dipukul bapak kandungnya menggunakan bambu. Lalu korban pergi meninggalkan rumah,” kata Rikwanto.

Atas perbuatannya bapak kandung korban dan ibu tirinya dikenakan pasal 80 UU RI No.23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan atau denda paling banyak Rp 72 juta. (HST)