Harga Kedelai Melonjak, 11 Pengusaha Tahu Mogok Produksi

Banda Aceh, Sayangi.com – Lonjakan harga kedelai sepekan terakhir memaksa 11 pengusaha tahu di Aceh berhenti beroperasi terhitung sejak Sabtu (24/6) sampai Senin (26/8). Akibatnya, persediaan tahu langka di pasaran.
 
“Ini hasil berembuk bersama antara pengusaha tahun di Aceh, kita berkesimpulan untuk berhenti beroperasi selama 2 hari,” kata salah seorang pengusaha tahu, Yusri di Banda Aceh, Senin (26/8).
 
Yusri berkilah, naiknya harga kedelai akhir-akhir ini telah berimbas besar pada pengusaha tahu. Sebelumnya harga kedelai Rp6.500, sekarang mereka harus merogoh koceknya mencapai Rp8.700 per kilogram.
 
Atas dasar itu, seluruh pengusaha tahu di Aceh telah mengambil sikap untuk menaikkan harga jual tahu di pasaran. Hal ini dilakukan akibat lonjakan harga bahan baku tersebut. “Terpaksa kita naikkan harga jual tahu, dulu harga 1 papan tahu Rp35.000, sekarang kita harus menjual Rp40.000,” tukasnya.
 
Selain menaikkan harga jual tahu, pengusaha tahu juga menurunkan jumlah produksinya. Seperti pengusaha tahu Aceh, sebelum naik harga kedelai bisa memproduksi 300 Kg/hari, terpaksa harus menguranginya menjadi 150 Kg/per hari.
 
“Ini kita lakukan untuk menyesuaikan harga kedelai yang melonjak tinggi,” tambah Yusri.
 
Yusri berharap hal ini tidak berlangsung lama. Oleh karena itu, ia berharap kepada pemerintah agar bisa segera mengatasi harga kedelai yang mahal tersebut. “Kami sebenarnya berharap ada bantuan dari pemerintah, dulu pernah berjanji akan mensubsidi harga kedelai agar tidak memberatkan kami, tapi belum ada realiasasinya,” tuturnya.
 
Kendati demikian, agar kebutuhan tahu di Aceh tidak berlangsung lama kosong di pasaran, seluruh pengusaha tahu di Aceh telah mencapai kata sepakat segera akan memproduksi kembali tahu. “Rencana kalau tidak besok, atau lusa kita telah memproduksi kembali, tapi tetap kita belum bisa maksimal memproduksinya,” imbuhnya. (HST)