Buku Dilarang Beredar, Loyalis Anas: Ini Bukan Orde Baru, Bung!

Foto: sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Larangan terhadap penjualan buku “Anas Urbaningrum, Tumbal Politik Cikeas” masih menuai protes. Kali ini, protes dilayangkan mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap Tri Dianto. Menurutnya, larangan penjualan buku Anas tumbal Cikeas tersebut menunjukkan praktik otoritarianisme rezim Orde Baru.

“Sangat disayangkan sekali kalau emang buku ‘Anas Tumbal Politik Cikeas‘ tidak boleh beredar karena sekarang kan jaman demokrasi, siapapun boleh mengungkapkan apa yang terjadi dalam sebuah organisasi atau fakta-fakta yang terjadi,” kata Tri kepada sayangi.com, Selasa (27/8/2013)

Bahkan, Tri yang dikenal sebagai loyalis Anas ini sangat kecewa dengan praktik-praktik otoriter yang meniru Orde Baru ketika menghadapi kelompok yang beda pendapat. Pada Orde Baru, karya-karya seperti buku atau media yang mengungkap kebobrokan penguasa atau berseberangan dengan penguasa, akan dibredel.

“Ini bukan Orde Baru. Jangan sampai kita kembali ke Orde Baru atau malah lebih buruk dari Orde Baru,” sesalnya.

Ia juga melayangkan kritik kepada Pemerintahan SBY yang selama ini selalu berbicara seolah-olah demokratis, tapi ternyata tidak.

“Jangan ngomongnya demokratis, tapi otoriter,” ungkapnya lagi.

Bahkan secara lebih vulgar, ia menyebut bahwa buku “Anas Urbaningrum, Tumbal Politik Cikeas” bisa menjadi pelajaran politik, terutama dalam melihat Partai Demokrat. Di partai yang kini dinahkodai Susilo Bambang Yudhoyono itu, kata dia, banyak terjadi pembalikan fakta.

“Saya kira buku Anas Tumbal Politik Cikeas adalah buku yang menarik dan buat pembelajaran politik kepada rakyat bahwa politik itu kejam. Rakyat bisa belajar dan tahu dalam buku itu bahwa apa yang terjadi dalam aturan-aturan Partai Demokrat yang menjadi tumbal adalah orang yang tidak bersalah bisa bersalah,” paparnya.

Seperti diketahui, buku “Anas Urbaningrum, Tumbal Politik Cikeas’ pada Senin (26/8/2013) kemarin dilarang beredar, terutama di Gramedia. Pihak Gramedia mengaku mendapatkan perintah khusus untuk tidak menjual buku tersebut. Hingga saat ini belum diketahui pihak mana yang memberi perintah pelarangan atas peredaran buku Anas tumbal Cikeas tersebut.

“Buku Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas diblokir Gramedia. Ada perintah khusus enggak boleh jual. Cuma tidak tahu dari siapa,” kata Ma’mun Murod, penulis buku tersebut, Senin (26/8/2013).