Menag dan Ulama Sepakat Tolak Miss World

Foto: Antara

Medan, Sayangi.com – Menteri Agama Suryadharma Ali mengharapkan panitia penyelenggara ajang kecantikan Miss World untuk mempertimbangkan pandangan Majelis Ulama Indonesia agar kegiatan itu tidak dilaksanakan di Tanah Air.

Usai menjadi pembicara utama dalam Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab di Padang, Sumatra Barat, serta peletakan batu pertama pembangunan gedung Raudlatul Athfal Yayasan Perguruan Khairul Imam milik Wakil Ketua Umum PPP Hasrul Azwar di Medan, Kamis SDA – sapaan akrab Suryadharma Ali – mengatakan, selain masalah keamanan yang menjadi tanggung jawab aparat kepolisian atau masalah lain yang berhubungan dengan pihak terkait, penyelenggaraan “Miss World” juga harus memperhatikan fatwa MUI.

“MUI telah menyatakan menolak keras penyelenggaraan “Miss World” karena tidak sesuai ajaran Islam yang mewajibkan muslimah menutup aurat,” katanya. Bukan hanya tidak sesuai ajaran Islam, nilai yang diusung ajang “Miss World” juga sangat berbeda dengan budaya Indonesia. “Saya berharap agar tidak ada kontroversi di kita. Kita memerlukan ketenangan,” ujarnya.

“Saya minta, penyelenggara memperhatikan itu,” kata Menag. Selain itu, Menag juga mengharapkan seluruh instansi yang berwenang dalam mengeluarkan izin penyelenggaraan Miss World untuk memperhatikan penjelasan dan pertimbangan MUI dengan sungguh-sunguh.

Keinginan dan larangan MUI tersebut dinilai untuk kepentingan jangka panjang dan upaya agar penyelenggara Miss World tidak menimbulkan kontroversi. “Kemajuan sih kemajuan, tetapi tetap etika bangsa dijaga, budaya bangsa harus tetap dijaga,” katanya.

Sebelumnya, dua lembaga keislaman yakni MUI dan Front Pembela Islam (FPI) menolak penyelenggaraan kontes kecantikan Miss World di Tanah Air. Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi MUI Sinansari Encip mengatakan penolakan tersebut tetap dilakukan meski penyelenggara telah memberitahukan dihilangkannya sesi bikini dalam kegiatan itu.

Penolakan tersebut disebabkan kontes kecantikan Miss World selalu mengedepankan kecantikan wajah dan tubuh, serta menggunakan pakaian yang ketat. Sedangkan Ketua FPI Habib Rizieq Shihab mengatakan penolakan kegiatan Miss World disebabkan sangat bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan dan mengumbar aurat sehingga bisa menyebabkan maksiat.

Ajang “Miss World 2013″ rencananya akan diselenggarakan pada 8 September 2013. (RH/ANT)