BI dan OJK Harus Bisa Stabilkan Sistem Perbankan

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua Komisi XI, Andi Timo Pangerang mengatakan, ada beberapa tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan peran dan fungsinya. Sebagai regulator dan pengawas lembaga jasa keuangan pada masa transisi ini, kata dia, BI dan OJK perlu menjamin stabilitas sistem perbankan.

“Dengan beralihnya fungsi pengawasan Bank dari BI ke OJK, maka diperlukan koordinasi antara NI, OJK, dan Kementerian Keuangan dalam rangka memelihara stabilitas sistem keuangan dan menghindari terjadinya risiko sistemik dalam sistem keuangan,” kata Andi pada acara diskusi bertajuk “Peran dan Fungsi Otoritas Jasa Keuangan dalam Mengawasi Lembaga Keuangan di Indonesia”, di Jakarta, Kamis (5/9).

Kemudian dalam hal penguatan sektor perbankan, Andi mengatakan, diperlukan pendalaman sektor keuangan untuk menguatkan sektor perbankan dan peningkatan daya saing, serta efisiensi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. “Peningkatan fungsi intermediasi perbankan, khususnya keberpihakan sektor perbankan dalam membiayai sektor produktif dan UMKM. Juga penguatan tata kelola dan sumber daya bank,” katanya.

Dikatakannya, tujuan pendirian OJK untuk mendorong kegiatan sektor jasa keuangan agar terselenggara secara tertur, adil, transparan dan akuntabel. Juga untuk mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.

Lebih lanjut, Andi mengatakan OJK memiliki tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya. “Pengaturan dan pengawasan mengenai aspek kehati-hatian bank, meliputi manajemen risiko, tata kelola bank, prinsip nasabah dan anti pencucian uang, pembiayaan terorisme dan kejahatan terorisme,” tutupnya. (MSR)