GMII: Pemerintah Harus Batalkan “Miss World” di Indonesia

Foto: sayangi.com/istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII) mendesak pemerintah membatalkan penyelenggaraan Miss World yang sedianya akan disirkan stasiun televisi swasta. Meski Miss World ini sebagai salah satu cara mempromosikan pariwisata Indonesia, GMII menilai hal itu harus ditolak, karena masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan pariwisata di negeri ini.

“Pemerintah harus merekomendasikn pembatalan penyelenggaraan Miss World, karena kami melihat alasan Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan untuk mempromosikan pariwisata hanya sekadar pencitraan tanpa didasari kultur atau budaya luhur bangsa Indonesia. Banyak cara dari pemerintah untuk mempromosikan pariwisata dengan lebih baik sesuai kultur bangsa tanpa harus dengan pelaksanaan Miss World,” kata Ketua Umum PN GMII, M. Niko Kapisan di Jakarta, Jumat (6/9).

GMII, kata Niko, melihat penyelenggaraan Miss World lebih banyak sisi mudharatnya dibanding manfaatnya. Dalam hal mudhoratnya,  Miss World merupakan ajang eksploitasi tehadap perempuan dan tidak menjunjung tinggi negara sebagai bangsa yang mayoritas penduduk muslim.

“Pemerintah harus tegas mendengar masukan sebagian mayoritas umat muslim dan organisasi-organisasi kemasyarakatan agar pemerintah membatalkan pelaksanaan Miss World di Indonesia,” pintanya tegas.

“Kami bangsa Indonesia menjunjung tinggi luhur dan kehormatan dan menghargai tamu kehormatan bangsa lain yang ingin berkunjung ke Indonesia dan kami akan melayani dengan penuh ramah tamah tetapi hal ini harus sesuai dengan keinginan luhur bangsa Indonesia dan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kehormatan dan harkat martabat, khususnya perempuan.”