Mulai Besok, Pedagang Tahu Tempe Mogok Jualan

Foto: sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Sejumlah pedagang tahu dan tempe di Pasar Poncol Kwitang, Jakarta Pusat, mulai berhenti berjualan, pada Minggu (8/9/2013). Ini terjadi karena stok tempe mereka mulai habis menjelang aksi mogok nasional berjualan yang direncanakan dimulai Senin (9/9/2013) sampai Rabu mendatang.

Para pembeli tempe yang datang ke Pasar Poncol Kwitang mulai kebingungan mencari pedagang tempe pada Minggu pagi. Pedagang tempe yang biasanya banyak dijumpai di Pasar Poncol justru hampir sebagian besar tidak berjualan.

Beberapa pedagang tempe masih berjualan dengan stok tempe yang terbatas, sehingga sekitar pukul 08.00 WIB beberapa pedagang tempe malah sudah pulang, karena semua dagangannya sudah laku terjual dari subuh.

“Masih ada pembeli yang nyari tempe sih, tapi tempe sudah mulai habis hari ini. Udah enggak ada stok, memang dari koperasi sudah nyetop. Ini aja yang masih dagang udah pada pulang. Hari ini libur total,” kata Dani (32), salah seorang pedagang tempe di Pasar Poncol. Ia sudah berhenti berjualan, Minggu.

Sebelumnya, para pedagang tahu dan tempe sudah mendapatkan surat edaran dari KOPTI (Koperasi Tahu Tempe Indonesia) untuk melakukan aksi mogok berjualan tahu dan tempe di seluruh Indonesia, karena melonjaknya harga kacang kedelai, yang menjadi bahan baku utama tempe dan tahu.

Sebelumnya harga kacang kedelai berkisar Rp7.700/Kg. Namun kini kacang kedelai mencapai harga sekitar Rp9.700/Kg. Aksi mogok berjualan oleh para pedagang tahu dan tempe di seluruh Indonesia itu direncanakan dilakukan selama tiga hari terhitung Senin (9/9/2013) hingga Rabu (11/9/2013).

Sehari sebelum aksi mogok dilakukan, sebagian pedagang sudah berhenti berjualan karena stok tempe mereka memang sudah tidak ada. Sementara itu beberapa masih pedangan berjualan namun dalam jumlah sedikit. Semakin mahalnya harga kacang kedelai membuat beberapa pedagang tidak bisa menyediakan stok yang banyak.

Namun tak semua pembeli kebingungan karena isu mogok para pedagang tempe sudah mulai terdengar sebelumnya. Salah satunya adalah oleh Dewi (53), seorang pembeli yang datang ke Pasar Pancol.

“Hari ini tempe terakhir. Saya tahu dari TV sama dari yang produksi tempe karena sudah ngasih tahu ke pembeli. Saya sih udah masok dari hari ini sampe buat hari Rabu. Saya sudah beli sebelumnya. Kan udah dikasih tahu. Jadi saya udah pesan dan ngambil sebelumnya,” kata Dewi.

Aksi mogok yang direncanakan kompak dilakukan oleh para pedagang tahu dan tempe diharapkan bisa membuat harga kacang kedelai kembali normal.

“Intinya kacangnya dimurahin lah. Yah paling nggak sedanglah. Karena buat pedagang tempe sekarang kendalanya tetap di kacang kedelai,” kata Kliwon. (MI/Ant)