Ahok Kecewa dengan Hasil Lelang Jabatan

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku kecewa dengan hasil proses seleksi promosi jabatan terbuka atau lelang jabatan lurah camat yang telah melahirkan beberapa pejabat baru. Ahok menyatakan Ia sebagian besar hasilnya meleset di bawah prediksinya.

“Sebetulnya, secara jujur hasil dari tes itu 60 persen enggak memuaskan, yang tes kemarin itu nilainya pas saja,” kata Basuki saat ia menjadi pembicara dalam Seminar Plus Minus Lelang Jabatan, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Menurut dia, tak sedikit pegawai negeri sipil (PNS) DKI yang masih terbawa prinsip terdahulu. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta di bawah pemerintahan Basuki bersama Gubernur DKI Joko Widodo bertekad mengubah konsep yang sejak dulu telah melekat di dalam Pemprov DKI.

Mantan Bupati Bangka Belitung itu punya strategi mengubah konsep lama dengan memberikan pengarahan kepada mereka, para lurah dan camat terpilih. Pengarahan itu berisi masukan-masukan terkait keinginan Jokowi yang menginginkan pejabatnya menjadi pelayan warga yang baik. Salah satu contohnya, dengan mengubah pelayanan di kantor kelurahan maupun kecamatan menjadi seperti pelayanan bank.

Untuk ke depannya, kata dia, Jokowi menginginkan birokrasi di Jakarta semakin dimudahkan. Setiap warga yang datang mengurus surat apapun ke kantor lurah dan camat, maka pihak yang langsung menandatangani surat tersebut adalah sang lurah dan camat.

“Surat izin restoran misalnya, yang tanda tangan kepala dinasnya. Tapi kalau tanda tangan lurah camat biasanya diwakili sama yang lainnya. Kita lagi siapkan Perda-nya,” ujarnya.

Menurut Basuki, tidak ada yang salah terhadap kualitas sumber daya manusia di Ibu Kota. Bahkan, lanjutnya, kualitas SDM di Jakarta merupakan kualitas terbaik apabila dibandingkan kota lainnya di Indonesia.