Tolak Hukuman Gantung TKW Indonesia, Kedubes Malaysia Didemo

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Puluhan orang yang tergabung dalam Barisan Muda Peduli Tenaga Kerja Indonesia (BM-TKI) mengelar aksi unjuk rasa di depan Kedubes Malaysia, menolak hukuman gantung yang dijatuhkan kepada TKW Indonesia, Wilfrida Soik Mau.

Gadis belia kelahiran Kolo Ulun, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini terancam hukuman mati di kota Bharu, Kelantan, Malaysia.

Ia dituduh melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap majikan yang dijaganya, seorang perempuan tua Yeap Seok Pen (60), 7 Desember 2010 lalu.

Wilfrida di tangkap polisi Daerah Pasir Mas di sekitar Kampung Chabang Empat, Tok Uban, Kelantan dan diproses hukum.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Fatu Rika, menyebutkan Wilfrida yang lahir 12 Oktober 1993, saat menjadi TKW di Malaysia masih berumur 17 tahun.

Menurut Kordintor Barisan Muda Peduli Tenaga Kerja Indonesia (BM-TKI) Nanang Qosim, dari hasil investigasi, pihak Agen Malaysia diduga kuat melakukan praktek pemalsuan umur terhadap Wilfrida. Sehingga ini tergolong Trafficking alias perdagangan manusia yang merupakan bentuk kriminal berat.

Wilfrida Soik direkrut oleh pihak AP dari Malaysia.

Ditambahkan lagi, di samping itu semua Pemerintah Malaysia wajib bertanggung jawab terhadap lolosnya Wilfrida Soik ke Malaysia karena pengiriman Wilfrida menyangkut Visa Kerja, padahal ini proses perdagangan manusia yang dilakukan oleh Agensi Malaysia. Artinya, Pemerintah Malaysia turut serta dalam kriminal perdagangan manusia lewat pemberian Visa dan Wilfrida Soik menjadi korbannya. (RH)