Diam-diam Senjata AS Sudah Sampai ke Suriah

Foto: Reuters

Washington, Sayangi.com – Amerika Serikat telah mulai menyalurkan senjata-senjata dan peralatan teknis kepada pejuang pemberontak di Suriah, kata Washington Post Rabu malam.

Mengutip sumber-sumber AS dan Suriah, harian AS itu menulis bahwa CIA telah mulai melakukan pengiriman bantuan mematikan dalam dua pekan terakhir.

Surat kabar itu melaporkan pada situsnya bahwa Departemen Luar Negeri AS telah mengirimkan secara terpisah kendaraan-kendaraan dan bahan-bahan lainnya, termasuk jenis baru peralatan non-mematikan, peralatan komunikasi canggih dan kotak-kotak medis tempur canggih.

CIA dihubungi oleh AFP Rabu malam, mengatakan, pihaknya tidak memiliki komentar mengenai laporan Washington itu.

Pengiriman-pengiriman senjata – yang kata harian itu terbatas pada senjata ringan dan amunisi lain yang bisa dilacak – tiba pada saat yang genting ketika terjadi kebuntuan berdarah antara pemberontak dan pemerintah Damaskus.

Post mengutip para pejabat AS yang mengatakan, tujuan dari bantuan non-mematikan itu adalah untuk membantu mempercepat kohesi di antara unit-unit oposisi bersenjata Suriah yang tak bergabung.

Presiden AS Barack Obama Selasa sepakat untuk memberikan peluang diplomasi internasional untuk menyelesaikan konflik sebelum melepaskan serangan militer.

Bantuan militer yang lama ditunggu-tunggu datang sehari setelah Presiden AS mengatakan kepada rakyat Amerika dalam pidato yang disiarkan secara nasional, bahwa ia menunda mengambil kebijakan tindakan militer di Suriah dalam rangka mempelajari prakarsa Rusia yang akan melihat Damaskus melepaskan senjata kimianya.

Dia membuat imbauan kepada para anggota parlemen AS setelah beberapa pekan membangun tekad untuk perang, dalam mana dia meminta persetujuan Kongres untuk serangan militer terhadap Suriah atas dugaan menggunakan senjata kimia kepada rakyatnya sendiri.

Obama membuat ancamannya serangan dalam menanggapi serangan 21 Agustus, ketika pasukan Suriah diduga menewaskan 1.400 orang di daerah yang dikuasai pemberontak di dekat Damaskus dengan menggunakan gas sarin, menurut perkiraan AS.

Tetapi pemimpin AS itu dalam pidatonya Selasa malam memberi jaminan bahwa tidak akan ada kekuatan militer untuk saat ini, mengingat adanya rencana Rusia.

“Prakarsa (Rusia) ini memiliki potensi untuk menghapus ancaman senjata kimia tanpa penggunaan kekuatan, terutama karena Rusia adalah salah satu sekutu terkuat Bashar al-Assad.” (Sumber: AFP)

Berita Terkait

BAGIKAN