KPK dan BPH Migas Kembali Didesak Usut Effendi Simbolon

Photo: sayangi.com/emil

Jakarta, Sayangi.com – Sekelompok mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan diri Masyarakat Anti Mafia Migas Indonesia (MAMI) untuk kedua kalinya mendatangi kantor BPH Migas dan Gedung KPK, Rabu (12/9) menuntut dihapuskannya praktik mafia migas dalam pengelolaan energi nasional.

“Kami menuntut agar KPK menangkap Effendi Simbolon karena sangat jelas keterlibatannya dalam kartel mafia migas”, kata Korlap aksi, Sugeng Prayoga.

Dalam pantauan sayangi.com, aksi MAMI kali ini adalah aksi yang kedua setelah 4 September yang lalu mereka mendatangi kantor BPH Migas dengan menyuarakan tuntutan yang sama.

Menurut Sugeng, jejak keterlibatan Effendi Simbolon dalam praktik mafia migas terungkap setelah orang dekatnya, Artha Meris Simbolon (Dirut PT Surya Parna Niaga) terendus KPK terlibat dalam suap Rudi Rubiandini. Saat ini, Artha Meris Simbolon telah dicekal KPK.

“Proses tender di BPH MIGAS selalu diatur sehingga PT. Surya Parna Niaga yang merupakan anak Perusahaan Surya Parna Grup Pimpinan Artha Merish Simbolon, didukung oleh Effendi Simbolon, dengan mulus selalu mendapatkan proyek distribusi BBM bersubsidi bernilai miliaran dolar setiap tahunnya sejak 2011”, kata Sugeng

Dalam orasinya, Masyarakat anti Mafia Migas Indonesia (MAMI) mengajukan tiga tuntutan, yaitu: Pertama, Mendesak KPK menangkap Effendi Simbolon karena keterlibatannya dalam kartel mafia Migas. Kedua,  Mendesak KPK memeriksa Ketua/Wakil Ketua/Anggota BPH Migas yang terindikasi kuat ikut mengatur agar Surya Parna Grup selalu memenangi tender distribusi BBM yang penuh kolusi dan korupsi. Ketiga, Mendesak Pemerintah mencabut Izin Usaha PT. Surya Parna Niaga. (MI)