HIPMI Mendorong Peningkatan Produksi Kopi

Foto : Yan Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Forum Dialog HIPMI Anggawira menyebutkan, HIPMI bersama stake holder yang lain dalam hal ini pemerintah, kampus, IPB, AEKI dan OISCA mendorong peningkatan produksi kopi nasional dengan Melakukan kerjasama baik dari hulu hingga hilir, program intersifikasi yang meliputi beberapa langkah.

“Antara lain pemberian pupuk ramah lingkungan dengan harga terjangkau bagi para petani. Perlu juga dilakukan penggantian tanaman tua dengan tanaman bibit unggul yang diberikan secara gratis kepada petani,” ungkap Anggawira, saat memberikan tanggapan dalam Dialog HIPMI di Gedung HIPMI Center, Gedung Palma One Lantai 10, Jl H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Selain itu. imbuh Angga, penyuluhan kepada petani untuk melakukan dengan cara pembukaan lahan baru untuk kopi arabika pada lahan-lahan yang sesuai di wilayah aceh tengah (Aceh), Cangkringan (Yogjakarta), Tanah Toraja (Sulawesi Selatan), Flores dan Papua.

Hadir dalam diskusi itu sejumlah narasumber, antara lain Ir. Gamal Nasir, MS (Dirjen Perkebunan), Irfan Anwar (Ketum AEKI), Ariful Yaqin Hidayat (Ketua DPP HIPPI), Bachrul Chairi, SE. MBA (Dirjen Perdagangan Luar Negeri), Dr. Ir. Ade Wachjar M.Sc (Pakar Kopi IPB), dan Muhammad Khalid (OISCA Training Center).

Dan yang tidak kalah penting, kata Irfan Anwar selaku President Director Coffindo yang juga ikut berpartisipasi dalam memberikan opininya di acara tersebut.

Dia mengatakan bahwa yang mendorong terciptanya merek-merek lokal yang mampu bersaing di level ├Čnternasional, karena kopi saat ini sudah menjadi tren dan bagian dari gaya hidup. Namun, kendalanya harga kopi tahun ini lebih rendah.

Peningkatan kurs 20 persen, harga kopi international turun 50 persen. Petani dan devisa yang penting untuk menjaga stabilitas.

“Pasar baru, afrika, naik 5 persen, karna produktifitas. Indonesia coffe lebih dikenal di mata international. Asosiasi kopi ada 250 perusahaan. Training center untuk meningkatkan produktifitas petani kopi,” papar Irfan. (MARD).