Lewat Aksi Teatrikal, PKL Gembrong Protes Jokowi

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Paguyuban Pedagang Kaki Lima Pasar Gembrong (PPKLPG) di kawasan Pasar Gembrong, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur berencana menggelar aksi damai teatrikal sebagai pengemis dan pemulung.

Aksi ini buntut dari dialog para pedagang dengan Camat Jatinegara dan Wali Kota Jakarta Timur yang tak membuahkan hasil. Para pedagang mainan, boneka, dan karpet yang berulangkali ditertibkan, seperti dijelaskan oleh Ketua PPKLPG, Bruri saat dikonfirmasi Sayangi.com juga menyatakan, puluhan pedagang kaki lima (PKL) akan tetap nekat berjualan di atas trotoar.

“Selepas Salat Jumat nanti, kami berencana aksi damai di trotoar sekitar Pasar Gembrong ini. Ini merupakan aksi protes atas kebijakan relokasi yang dilakukan oleh pemerintah. Relokasi ini membuat kami seperti dianaktirikan, membuat kami menjadi pengemis dan pemulung,” kata Bruri yang juga pedagang selimut di Pasar Gembrong kepada Sayangi.com, Jumat (13/9).

PKL Pasar Gembrong, kata Bruri, tidak setuju bila para PKL direlokasi yang disiapkan oleh Pemrov DKI, yakni PD Pasar Gembrong Cipinang Besar, PD Pasar Perumnas Klender, dan PD Pasar Sunan Giri, karena dianggap terlalu jauh. Pasalnya, berbeda dengan PKL Pasar Minggu dan Pasar Tanah Abang, PKL Pasar Gembrong merupakan warga yang tinggal di sekitar pasar berada di Jl. Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur.

“Jelas dong, PKL Pasar Gembrong seperti dianaktirikan, dan ini berbeda dengan penataan di kawasan Tanah Abang dan Pasar Minggu. Para pedagang di sini tinggal di sekitar sini tapi dipindahkan ke tempat yang lebih jauh, otomatis perlu pengeluaran buat ongkos. Ditambah di pasar yang disediakan itu tidak ada pembeli,” pungkas Bruri. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN