Terkait Hilangnya Artefak, Polisi Dalami Keterangan Satpam

Foto : Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Penyidik Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat dan Kepolisian Sektor Metro Gambir mendalami keterangan petugas satuan pengamanan Museum Nasional terkait empat artefak yang hilang.

“Kita telah memeriksa sebanyak 12 security (tenaga pengamanan) yang saat (kejadian) itu bekerja di Museum Nasional,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta Jumat.

Rikwanto mengatakan penyidik mendapatkan keterangan ada petugas satpam yang berjaga tidak pada tempat semestinya.

Sejauh ini, penyidik kepolisian telah memeriksa 38 orang saksi terdiri dari 15 orang ahli arkeologi, 12 orang satpam, bagian kepala rumah tangga museum, bagian teknisi alarm, serta teknisi kamera pengintai.

Selain memeriksa saksi, polisi juga menyita barang bukti berupa kunci almari dan hasil olah tempat kejadian perkara berupa sidik jari.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Rikwanto mengungkapkan kamera pengintai yang terpasang di Museum Nasional tidak beroperasi sejak November 2012 dan alarm dalam kondisi rusak sejak dua bulan lalu.

“Hal tersebut sudah dilaporkan bagian rumag tangga, namun belum diperbaiki,” ujar Rikwanto.

Rikwanto menambahkan waktu kehilangan barang cagar budaya tersebut masih berkembang dan belum dapat dipastikan.

Sebelumnya, Museum Nasional kehilangan empat artefak kuno peninggalan Mataram Kuno berusia sekitar 1.000 tahun yang dilaporkan pada Rabu (11/9).

Berita Terkait

BAGIKAN