Kecelakaan Dul, Momen Tingkatkan Pengawasan Anak

foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Gerakan Nasional Pengawasan Anak yang dicetuskan Dr. Seto Mulyadi atau akrab dipanggil dengan Kak Seto. mendapat ditanggapi serius. Hal ini bukan saja karena masyarakat dikejutkan oleh peristiwa kecelakaan maut yang dialami oleh Abdul Qadir Jaelani (Dul) anak Ahmad Dhani, di Tol Jagorawi, pada Minggu (8/9) dini hari, tetapi karena data kecelakaan anak di bawah umur juga makin meningkat.

Menurut data dari Polda Metro Jaya, angka kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan anak di bawah sejak tahun 2011 ke tahun 2012 naik sebesar 160 persen. Pada tahun 2011 terjadi 40 kasus, sedangkan pada tahun 2012 terjadi 104 kasus.

Begitu juga di kota Solok, Sumatra Barat, setidaknya sepanjang 2013 ini, sekitar 30 persen angka kecelakaan didominasi oleh kalangan usia produktif dan di bawah umur. Demikian disampaikan Kasat Lantas Polres Arifin Daulay, beberapa waktu lalu, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.

Menurut Arifin Daulay, dari 60 kasus kecelakaan yang terjadi di wilayahnya, sekitar 10 kasus itu melibatkan anak-anak usia produktif dan usia di bawah umur. Sementara untuk kasus pelanggaran lalulintas dari 1455 kasus yang ada sepanjang tahun 2013 ini, sekitar 337 kasus juga melibatkan usia produktif dan usia di bawah umur.

Dari dua data yang dirilis oleh beberapa media tersebut menunjukan trend naiknya data kecelakaan anak di bawah umur dan memungkinkan akan terjadi juga di daerah-daerah lain di Indonesia.

Selain itu, menurut Kak Seto, anak di bawah umur belum dapat dibiarkan mengemudi di jalan raya karena secara psikologis masih labil, emosi meletup-letup, memiliki keinginan tahuan yang besar, dan seringkali mencoba-coba yang bisa saja berbahaya. Karena itu, mereka belum siap turun langsung ke jalan raya untuk mengendarai kendaraan, baik jenis motor ataupun mobil.

Beberapa aktivis hak anak, seperti yanti Jasmine dari Bandung menyatakan peristiwa kecelakaan Dul Ahmad Dhani ini sebaiknya dijadikan momen untuk melakukan gerakan pengawasan terhadap anak-anak di bawah umur agar jangan dulu mengemudikan kendaraan di jalan raya

Senada dengan itu, Lina Batam dari Lembaga Perlindungan Anak Batam juga mendukung gerakan pengawasan terhadap anak-anak tersebut.

“Sebagai seorang ibu yang memiliki anak remaja, peristiwa maut anak musisi Ahmad Dhani tersebut sangat menyentuh pikiran. Jika ada gerakan nasional pengawasan terhadap anak-anak di bawah umur, saya sangat setuju,” ujar perempuan yang juga seorang politisi di daerahnya. (VAL)