DPR: Aturan Jam Malam Bagi Remaja Jangan Dijadikan Pencitraan

Foto: DPR

Jakarta, Sayangi.com – Setelah banyak remaja menjadi korban kecelakaan berlalu lintas, pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuat aturan jam bagi remaja. Hal itu dikatakan Gubernur DKI, Joko Widodo alias Jokowi pasca kecelakaan maut yang melibatkan putra musisi Ahmad Dhani, AQJ belum lama ini.

Anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati mengatakan peraturan jam malam yang akan diberlakukan bagi remaja jangan sampai dijadikan ajang pencitraan. Menurut Reni, jika peraturan jam malam bagi remaja sudah dibuat, hal itu harus benar-benar direalisasikan pengawasannya.

“Jangan hanya aturannya dibuat tapi harus ada pelaksanaan sebagai tindaklanjut (dari peraturan itu. Dan ini jangan hanya dijadikan pencitraan,” kata Reni saat dihubungi Sayangi.com, Sabtu (14/9).

Menurut Reni, jika aturan tersebut sudah dibuat pemerintah DKI Jangan hanya melakukan razia di jalan-jalan umum. Sebab, banyak remaja yang nungkrong di mall, caffe, dan tempat-tempat hiburan malam lainnya.

“Jadi saya sangat mendukung. Karena pelajar sudah banyak punya waktu bermain di sekolah dan siang hari. Dan sweeping jangan hanya dilakukan di jalan-jalan umum tapi juga di mall, cafe, dan hiburan malam,” katanya.

Dikatakan Reni, sudah banyak remaja yang mengalami degradasi moral akhir-akhir ini. Penyebabnya cukup beragam, mulai dari pengaruh lingkungan, pertemanan sampai tidak adanya pengawasan yang cukup ketat dari orang tua. Oleh karenanya, Reni menyambut positif jika pemerintah DKI yang membuat aturan jam malam bagi remaja.

“Karena sudah banyak anak-anak kita yang mengalami degradasi moral. Kita sebagai orang tua tidak ingin anak-anak kita seperti itu. Tapi sekali lagi, aturan jam malam untuk pelajar itu jangan dijadikan pencitraan,” kata Reni yang juga politisi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) ini.