DPRA Kecam Pembakaran Bendera dan Foto Wali Nanggroe

Foto: santridayah.com
Banda Aceh, Sayangi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengecam tindakan aksi pembakaran bendera Aceh dan foto Wali Nanggroe di Meulaboh dalam aksi penolakan Wali Nanggroe pada tanggal 20 September 2013. Atas tindakan itu, DPR Aceh meminta pihak kepolisian untuk mengusut  dan menangkap pelaku aksi kriminal tersebut.
 
“Saya sangat menyesalkan aksi pembakaran Bendera Aceh dan Foto Wali Nanggroe di Meulaboh dan kami berharap polisi bisa bertindak tegas,” kata Anggota Komisi A DPR Aceh, Abdullah Saleh, Sabtu 914/9/2013). 
 
Kata Abdullah Saleh, aksi pembakaran tersebut ditengarai ada keterlibatan pihak-pihak tertentu yang ingin memancing kemarahan rakyat Aceh. Bahkan, Abdullah Saleh mentengarai ada keterlibatan pihak PETA dalam aksi tersebut.
 
Menurut politisi Partai Aceh tersebut, bendera Aceh dan Wali Nanggroe merupakan simbol harkat martabat rakyat Aceh. “Jadi dengan adanya aksi tersebut, sama saja mereka telah menginjak-injak harkat martabat rakyat Aceh,” imbuhnya.
 
Oleh kerena itu, Abdullah Saleh meminta Kapolda Aceh untuk mengusut tuntas aksi pembakaran tersebut. Ia juga meminta Polda Aceh agar segera memerintahkan POlres Aceh Barat untuk menindak pelakunya, agar tidak kembali terulang dikemudian hari.
 

“Kalau ini tidak ditindak, ditakutkan akan mengganggu lagi keamanan di Aceh,” imbuhnya. (RH)