Gakoptindo Nilai Naiknya Harga Kedelai Dianggap Wajar

Foto: sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Gabungan Koperasi Pengusaha Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menilai kenaikan harga komoditas kedelai di pasaran masih terbilang wajar. Pasalnya kenaikan kedelai pengaruh penguatan dollar AS terhadap rupiah.

Ketua Gakoptindo Aip Syarifudin mengatakan, salah satu faktor meningkatnya harga kedelai karena produktivitas petani kedelai yang enggan menanam kedelai, sehingga mengakibatkan ketergantungan akan impor kedelai yang kini pengaruh melemahnya rupiah bukan karena permainan kartel.

“Harga kedelai di pasar naik masih wajarlah. Karena kan ada dampak merosotnya nilai rupiah terhadap dollar AS,” ujar Aip ketika dihubungi, Sabtu (14/9).   

Aip menambahkan, sekarang ini komoditas kedelai sudah tidak menarik lagi dari aspek ekonomi, hal tersebut disebabkan karena tidak ada lagi yang dapat menguntungkan buat petani baik segi hasil dan juga lahannya.

Selain itu kata Aip, dengan adanya otonomi daerah yang mengharuskan daerah mencari anggaran daerah, sehingga banyak daerah yang menyerahkan lahan kepada industri-industri, untuk mendapatkan kas anggaran daerah.

“Sehingga garapan lahan menjadi minim. Harusnya pemerintah pusat perlu membantu menyediakan lahan untuk meningkatkan program swasembada kedelai,” tutur Aip.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Subagyo mengatakan, kalau Pemerintah atau negara serius memprioritaskan swasembada pangan tentunya pendapatan APBN yang mencapai 1,6 triliun bisa dialokasikan untuk swasembada pangan.

“Seharusnya dengan adanya anggaran itu sudah dapat meningkatkan capaian swasembada pangan,” jelas Subagyo.