Serbia Bertemu Ceko di Final Piala Davis

Foto: Antara

Beograd, Sayangi.com – Serbia akan menghadapi juara bertahan Republik Ceko di final Piala Davis setelah mengalahkan Kanada 3-2 di semifinal pada Minggu.

Janko Tipsarevic memimpin Serbia ke final kedua mereka dalam empat tahun setelah mengalahkan Vasek Pospisil 7-6 (7/3), 6-2, 7-6 (8/6).

Sebelumnya, petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic mengalahkan Milos Raonic 7-6 (7/1), 6-2, 6-2 untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Serbia, juara 2010, akan menjadi tuan rumah pada final yang berlangsung 15-17 November melawan Ceko, yang mengalahkan Argentina 3-2 di semifinal mereka di Praha.

“Republik Ceko sangat sulit (dikalahkan), mereka memiliki Tomas Berdych yang menghuni peringkat 10 besar selama bertahun-tahun, mereka memiliki Radek Stepanek yang selalu bermain bagus di Piala Davis, namun kami memiliki Novak (Djokovic), Nenad (Zimonjic), dan saya berharap kami akan kembali memiliki Victor di tim kami,” kata Tipsarevic.

Serbia tidak diperkuat Viktor Troicki, yang mendapat skorsing 18 bulan dari Federasi Tenis Internasional (ITF) akibat kasus doping.

Setelah memenangi set pertama, petenis peringkat 23 dunia Tipsarevic memaksimalkan kurangnya pengalaman bermain di lapangan tanah liat dari petenis peringkat 41 dunia Pospisil untuk memenangi set kedua.

Dengan dukungan 10.000 penonton, Tipsarevic meraih keunggulan 5-2 di set ketiga sebelum Pospisil bangkit untuk memaksakan tie break lainnya.

Petenis Kanada itu menyelamatkan empat match point sebelum Tipsarevic akhirnya memastikan kemenangannya.

“Saya memiliki perasaan ini dapat menjadi lebih mudah, namun entah mengapa saya tidak dapat memaksimalkan peluang-peluang saya, namun yang penting saya menang dan Serbia berada di final,” kata Tipsarevic setelah pertandingan.

Sebelumnya, Djokovic mengembalikan Serbia kembali ke pertandingan dengan mengalahkan Raonic.

Raonic memberi perlawanan kuat terhadap Djokovic pada set pertama, namun harapannya mendapat pukulan keras ketika ia kalah 1-7 di tiebreak.

Pada set kedua Djokovic mengendalikan permainan sepernuhnya dan secara meyakinkan melakukan dua service break.

Set ketiga berlangsung serupa ketika Djokovic meraih dua break untuk unggul 4-0 sebelum Raonic, yang mengalahkan Tipsarevic di pertandingan yang berlangsung selama empat jam pada Jumat, mampu bangkit untuk sementara dengan membalas melakukan break.

Namun Djokovic kembali meningkatkan kecepatan dan mematahkan serve Raonic berikutnya.

“Saya memainkan tempo saya sendiri dari awal dan saya mengetahui pengembalian-pengembalian akan menjadi krusial, maka saya memberi perhatian khusus kepada mereka,” kata Djokovic.

Pelatih Serbia Bogdan Obradovic tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya ketika timnya mencapai final kedua dalam kurun waktu empat tahun.

“Saya tidak dapat berharap hal yang lebih baik lagi dari ini, membalikkan keunggulan Kanada 2-1 menjadi kemenangan dengan dua kemenangan 3-0, ini benar-benar hasil yang spektakuler,” kata Obradovic. (ANT)