Buruh: Pemilu 2014 Bukan Pemilu Rakyat, Tapi Pemilu Para Garong

Foto: sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Ada yang aneh dari demonstrasi kali ini. Meskipun demonstrasi ini dilakukan ribuan buruh, tapi mereka juga mengkritik Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Bahkan dalam poster-poster besar ribuan demonstran ini, tertulis jelas kritik pada Pemilu ini. Mereka menyebut Pemilu 2014 lebih tepat disebut sebagai pemilu para garong.

“Pemilu 2014 Bukan Pemilu Rakyat, Tapi Pemilu Para Garong,” tulis mereka dalam selebaran yang disebarkan ke publik saat aksi. Tulisan ini juga terpampang di poster dan spanduk demonstran.

Dalam spanduk juga tertulis,”Pemilu bukan jalan keluar kesejahteraan rakyat.”

Selain itu, ribuan buruh yang melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2013) ini juga mengkritik pedas negara ini yang dianggapnya sudah gagal memberikan kesejahteraan bagi kaum buruh. Di alasannya, karena sistem kerja kontrak atau outsorcing yang semakin merajalela.

Selain itu, demonstran juga menyoroti banyaknya aset bangsa yang diprivatisasi, selain juga banyaknya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Union busting melanda kaum buruh Indonesia, dan buruh jadi semakin sengsara,” teriak salah satu demonstran.

Oleh karenanya, mereka mengampanyekan 10 tuntutan dalam aksi kali ini. Sepuluh tuntutan tersebut adalah:

  1. Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing
  2. Upayah layak bagi kaum buruh
  3. Jaminan sosial, bukan asuransi sosial
  4. Subsidi untuk rakyat
  5. Stop privatisasi dan nasionalisasi aset vital
  6. Stop union busting dan kriminalisasi aktivis buruh
  7. Turunkan harga BBM dan Sembako
  8. Bangun industri nasional untuk kesejahteraan rakyat
  9. Tanah untuk kesejahteraan rakyat
  10. Pendidikan murah dan berkualitas untuk rakyat