Munchen Berharap Antusiasme Guardiola

theguardian.com

Berne, Sayangi.com – Bayern Munich telah diminta untuk memperlihatkan hasrat dan antusiasme ketika mereka memulai perjuangannya untuk mempertahankan gelar Liga Championsnya saat menghadapi CSKA Moscow pada Selasa (Rabu WIB).

Sementara itu, tim tamu akan berharap mereka dapat sedikit membantu Rusia memulihkan nama baiknya di kompetisi ini setelah pada musim lalu dua tim dari negeri itu, Spartak Moscow dan Zenit St Peterburg hanya mampu membukukan tiga kemenangan jika ditotal saat keduanya tersingkir di babak penyisihan grup.

Kesuksesan Bayern memenangi tiga gelar pada musim lalu selalu akan sulit untuk diulangi dan tentu terdapat perasaan anti klimaks mengenai awal musim baru, meski mereka nmendatangkan pelatih baru Pep Guardiola.

Meski Bayern telah mengoleksi 13 angka dari kemungkinan 15 angka maksimal di Liga Jerman dan memenangi Piala Super, mereka dibayang-bayangi tim Borussia Dortmund yang lebih flamboyan, yang memenangi semua pertandingan liganya dan mencetak 15 gol berbanding sembilan gol milik Bayern.

Bayern juga diganggu masalah cedera yang menimpa Javi Martinez dan Bastian Schweinteiger, serta dua rekrutan baru Mario Goetze dan Thiago Alcantara.

Terdapat kekecewaan saat Bayern menang 2-0 atas Hanover 96 pada Sabtu, yang diungkapkan direktur olahraga Matthias Sammer.

“Kami sering bermain lamban, kami bermain sepak bola tanpa emosi, kami bekerja sebagaimana kami mengikuti peraturan-peraturan,” kata Sammer kepada media Jerman.

“Kami harus meninggalkan zona nyaman kami. Tidak ada yang dapat dilakukan dengan minimnya usaha, kami kekurangan hal itu sekitar lima persen terakhir,” tambahnya.

Bayern memenangi 12 dari 14 pertandingan kandang terakhir mereka di kancah Eropa, memberi sugesti bahwa pertandingan Grup D yang dimainkan pada Selasa, pertama kalinya kedua tim bertemu, dapat menjadi sekedar formalitas.

Bagaimanapun, juara Rusia CSKA juga memulai musim ini dengan cukup baik dan tidak terkalahkan setelah delapan pertandingan liga.

Bekas klub angkatan darat Soviet ini, berada di fase grup untuk ketujuh kalinya, mencapai perempat-final pada musim 2009/2010 di bawah asuhan pelatih Leonid Slutsky, yang masih menduduki posisi tersebut.

CSKA, yang hanya menghabiskan sepuluh juta euro pada bursa transfer, mendapat hantaman pada awal bulan ketika penyerang mereka yang berasal dari Pantai Gading Seydou Doumbia harus absen selama enam pekan karena cedera punggung.

Namun mereka telah memperkuat lini depan mereka dengan mendatangkan pemain Brazil berusia 19 tahun Vitinho, yang melakukan debut profesionalnya untuk Botafogo pada tahun ini dan dengan cepat menjadi pemain terpenting klub itu.

Bagaimanapun, Vitinho mungkin akan mendapati bahwa pertahanan tim-tim Liga Champions jauh lebih sulit ditaklukkan daripada yang dihadapinya di Liga Brazil. (Reuters)