Gemas Ankor Tuntut Alex Noerdin Didiskulalifikasi

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gemas Ankor) menuntut agar pasangan calon Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin-Ishak Mekki (Alim) didiskualifikasi.

“Kami menuntut pasangan Alim didiskualifikasi dari peserta pemilihan Gubernur Sumsel, meski pun pemilihan ulang telah dilakukan. Keputusan final berada di tangan MK,” kata M. Abdul Roni, koordinator aksi ketika melakukan aksi unjuk rasa bersama lima puluhan massa di depan kantor Mahkamah Konstitusi (MK), pada Senin (16/9) Sore.

Alasannya, kata Roni, berdasarkan putusan Nomor 79/PHPU.D-XI/2013 tanggal 11 Juli 2013, MK meyakini bahwa pasangan calon nomor 4 (Alim) telah menggunakan APBD Sumsel untuk memenangkan Pemilukada Sumsel 2013 yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif.

Alasan lain adalah nota kesepahaman antara Mahkamah Konstitusi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) No. 016/PK/SET-MK/2010 dan Nomor: B/18/VIII/2010 tentang penegakan hukum terhadap tindak pidana Pemlihan Umum Kepala Daerah.

“Ada dua pasal dalam Nota Kesepahaman tersebut, pasa 1 ayat 2, intinya menyatakan kepolisian akan menindaklanjuti tindak pidana Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang terungkap dalam persidangan Mahkamah Konstusi. Lalu, pasal 3 ayat 1, pihak MK memberikan informasi tentang adanya tindak pidana kepada pihak kedua (Polri),” jelas Roni.

Dengan demikian, kata Roni, kami akan menuntut pihak MK agar memberikan klarifikasi dengan tindak lanjut atas dugaan terjadinya tindak pidana tersebut.

Aksi unjuk rasa di depan gedung MK merupakan rangkaian aksi Gemas Ankor yang sebelumnya dilakukan di depan Mabes Polri Jl. Tronojoyo Jaksel dengan tuntutan yang sama, yakni meminta klarifikasi atas tindak pidana yangdilakukan pasangan Alim.

Diketahui pagi-pagi jam 9.15, KPU Sumsel menyerahkan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Daearah Sumsel oleh KPu Sumsel ke Mahkamah Konstitusi. (VAL)