Harga Kedelai Masih Meroket, Pemerintah Dinilai Ingkar Janji

Foto: romahurmuziy.com

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Komisi IV DPR-RI M. Romahurmuziy mengatakan, kebijakan pemerintah tentang kesepakatan harga beli perajin kepada importir sebesar Rp 8.490/kg pekan lalu belum berjalan.

“Monitoring yang saya lakukan terhadap perajin tahu-tempe di Semanan, Kalideres, harga pembelian kedelai belum turun,” kata Romahurmuziy, Kamis (19/9).

Selain itu, Romy – panggilan akrab Romahurmuziy, juga menyoroti tentang pemberian Surat Persetujuan Impor (SPI) kepada Bulog. Dikatakannya, SPI kepada Bulog sebesar 100 ribu ton sangat tidak sepadan dengan fungsi stabilisasi harga yang ditugaskan kepadanya. Karena itu, kata Romy, untuk mampu menstabilisasi harga beras nasional, Bulog menyerap beras dalam negeri 9-10% dari konsumsi nasional.

“Jika konsumsi kedelai dalam negeri 3 juta ton, setidaknya 300 ribu ton harus diberikan SPI-nya kepada Bulog. Ini justru SPI terbesar diberikan kepada swasta yang nyata-nyata tidak mau menurunkan harga dan semata-mata berorientasi rente. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tata niaga yang ada, agar harga kedelai segera dapat diturunkan,” katanya. (MSR)