Ayu Azhari Soal Dul: Punya Anak Itu Komitmen Seumur Hidup

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Terkait kecelakaan tragis Abdul Qodir Jaelani di ruas tol Jagorawi 8 September 2013 silam, aktris Ayu Azhari angkat bicara soal keprihatinannya atas peristiwa na’as yang menewaskan 7 orang itu.

“Saya sebagai orang tua bisa merasakan dan sangat prihatin atas kejadian itu. Intinya saya berempati terhadap Ahmda Dhani dan Maia selaku orang tua ” tutur Ayu ketika sempat berbincang santai di kantor Sayangi.com di bilangan Tebet Jakarta Selatan pada Kamis siang, 19/09/2013.

Menanggapi soal kepribadian anak, ibu dari 6 anak itu menuturkan bahwa  perilaku atau apa yang terjadi pada anak adalalah refleksi dari orang tuanya.

“Bagaimanapun yang terjadi pada anak itu bagi saya adalah refleksi dari orang tuanya, misalnya ketika saya ada masalah dengan bapak si anak dan saya uring-uringan, maka biasanya anak saya juga akan merasakan atau berperilaku yang sama namun dalam skala yang berbeda” lanjutnya.

Terkait kenekatan Dul berkendara sendiri tanpa memiliki SIM, aktris yang juga menekuni dunia tarik suara ini mengungkapkan bahwa dirinya adalah orang tua yang paling tidak setuju jika ada orang tua berdiam diri atas anak-anaknya yang masih dibawah umur untuk berkendara sendiri tanpa SIM.  Terpampang jelas peraturan yang ada bahwa anak dibawah umur tidak diperbolehkan menyetir kendaraan sendiri.

Bagi Ayu, memiliki anak adalah Commitment For Life, komitmen seumur hidup hingga ke akhirat nanti. “Nggak cuma  punya anak untuk kebanggaan atau propaganda saja, namun lebih dari itu bagaimana caranya ia menjadi kebanggaan keluarga, kebanggaan masyarakat bahkan negara dan agama” tutur Ayu lugas.

Untuk menjadikan anak sebagai kebanggan perlu adanya pengorbanan orang tua yang berkesinambungan. Bukan hanya sekedar materi namun juga pengertian, perhatian, lindungan, serta komunikasi yang tidak pernah putus.

“Kalau anak diberikan fasilitas mobil dan supir, tapi pengawasan atau komunikasi ke supir kurang, apalagi sampai lengah sehingga anak nyetir sendiri, itu berarti ada problem dalam proses komunikasi yang kurang efektif” paparnya memberi contoh.

Masih menurut Ayu Azhari, tanggung jawab membesarkan anak memang bukan hanya tanggung jawab orang tuanya saja, namun juga tanggung jawab lingkungan dan negara. Lebih lanjut Ayu menuturkan tentang sistem negara terkait izin berkendara.  Bukan hanya berkaitan dengan pendidikan terhadap anak dan orang tua namun juga harus jadi pendidikan bagi sistem pemerintahan. Ia bahkan mencontohkan bahwa di negara besar lainnya memiliki sistem terkait izin mengemudi yang jelas dan bersahabat.

“Di United State sana, ada peraturan jelas terkait izin mengemudi, seperti anak umur sekian diperbolehkan mengemudi kendaraan dengan CC sekian, Bahkan lalu lintas di negara bagian Scandinavia memiliki jalur khusus untuk pengemudi di bawah umur atau bahkan pengemudi lanjut usia.” telasnya menceritakan. (RH)