Wagub Jabar: Revitalisasi Usaha Perkebunan Teh Rakyat

Foto: Antara

Bandung, Sayangi.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menuturkan selain memiliki fungsi ekonomis, komoditas teh juga memiliki fungsi lainnya yakni fungsi sosial dan ekologi.

“Komoditi ini memiliki fungsi ekonomi karena kapasitasnya sebagai sumber penghasilan masyarakat dan sumber devisa negara, apalagi menjadi nilai tambah bila diolah secara optimal,” kata Deddy Mizwar, saat membuka West Java Tea Festival 2013, di Jalan Cikapundung Timur Kota Bandung, Jumat.

Dikatakan Wagub, saat ini sektor perkebunan teh memiliki permasalahan antara lain adanya penyusutan tiap tahun berkisar 1-2 persen, terutama karena adanya alih fungsi lahan.

“Permasalahan yang kedua, adanya penurunan kualitas lahan, rendahnya kualitas bibit, serangan bibit penyakit serta keterbatasan pupuk, teknologi dan sumber daya manusia,” katanya.

Ia menuturkan, rendahnya pendapatan petani teh tingginya biaya produk, terbatasnya kemampuan pengolahan produk teh yang bernilai tambah, adalah permasalahan yang dihadapi berikutnya.

“Permasalahan tersebut tentunya harus diminimalisir melalui realisisasi program dan kegiatan yang strategis, secara cepat dan tepat melalui upaya revitalisasi usaha perkebunan teh rakyat,” katanya.

Ia menambahkan, revitalisasi usaha perkebunan teh bisa dilakukan dengan perbaikan lahan, pemanfaatan bibit unggul, rehabilitasi dan peremajaan teh serta peningkatan mutu dan pengolahan produk.

West Java Tea Festival 2013 yang diadakan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat ditandai dengan “Minum Teh Bersama”.

Acara festival yang telah digelar 11 kali ini menampilkan Pameran Inovasi Teh, Produk dan Olahan Teh, Makanan Olahan Berbasis Teh, Teh untuk Kesehatan.

Selain itu, acara ini juga menampilkan kekayaan dan kekhasan minuman teh dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap minuman yang telah mendunia ini. Acara ini akan diselenggarakan pada 20 sampai dengan 22 September 2013.