Gaji Dianggap Tak Manusiawi, Puluhan TNI-Polri Demo

Foto: sayangi.com/Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Puluhan demontran yang terdiri dari kelompok Koalisi untuk Kesejahteraan TNI Polri (KITRA) melakukan aksi damai menggugat standar gaji TNI Polri yang dianggap tidak manusiawi. Aksi tersebut dilakukan di Pertigaan Jalan Penataran, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2013).

Demonstran menilai, peran dan fungsi TNI-Polri yang berkewajiban memikul tanggungjawab konstitusional
sarat resiko yang harus dihadapi setiap saat.

“Tugas-tugas yang diemban dapat mencederai tubuh hingga kehilangan nyawa merupakan fakta yang kita
hadapi sehari-hari,” kata salah satu demontran dalam orasinya.

“Kami dari koalisi untuk kesejahteraan (KITRA) TNI Polri menyikapi sistem yang sarat ketidakadilan dan sudah mengakar menimpa seluruh anggota TNI Polri,” kata Koordinator KITRA, Ridha M, kepada Sayangi.com di sela-sela aksi.

Sementara, lanjut Ridha, negara selama ini tidak memberi jaminan kelayakan masa depan yang baik bagi anggota TNI-Polri maupun bagi keluarga mereka. Standar gaji TNI dan Polri sebagai aparatur negara mengingkari martabat sebagai manusia. Ini dikarenakan dapat dipastikan bahwa setiap anggota TNI dan Polri tidak mungkin berpeluang sejahtera jika hanya mengandalkan gaji.

“Doktrin pengabdian pada negara telah dijadikan alat untuk menjajah martabat dan kehormatan TNI Polri sebagai warga negara merdeka agar dapat hidup secara layak dan bermartabat sesuai amanah konstitusi,” ujar Ridha.

Oleh karenanya, mereka menuntut dan mendesak Presiden SBY menetapkan gaji yang layak dan manusiawi bagi anggota TNI dan Polri. Mereka juga menuntut DPR RI segera menaikkan gaji anggota TNI-Polri minimal 50 juta ripiyah per bulan dalam APBN tahun 2014, dan mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama memperjuangkan kenaikan gaji yang layak dan manusiawi demi tegaknya kehormatan dan martabat setiap anggota TNI Polri. (MI)