Polresta Palembang Ciduk Ranmor di Polsek Jejawi

Foto: Sayangi.com/Ardhy

Palembang, Sayangi.com – Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang berhasil membekuk pelaku ranmor, Baharuddin (28), warga Kecamatan Mariana, Kabupaten Banyuasin, saat mengunjungi rekannya di sel tahanan Polsek Jejawi. Baharuddin merupakan salah satu dari tujuh pelaku pencurian sepeda motor (20-09-2013) dini hari, di depan kantor harian Kabar Sumatera.

Kepala satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang, Komisaris Djoko Julianto mengatakan, dari tangan tersangka didapatkan sebilah senjata tajam dan kunci T yang digunakan tersangka saat beraksi.
Pihaknya juga berhasil mengamankan tiga orang orang yang masih berstatus sebagai saksi, yakni Defri saputra (23) warga desa Talang Bali, Anwar 25 warga Desa Sungai Rebo, dan Indra Ibrahim (25) warga desa Kampung Bali yang semuanya termasuk wilayah Kecamatan Mariana, Kabupaten Banyu Asin.

“Sekarang kita masih mencari senjata api yang digunakan tersangka ketika beraksi. Tersangka lainnya masih dalam pengembangan” kata Djoko (23/9).

Baharudin sendiri sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Palembang, lantaran terekam kamera CCTV dikantor Redaksi Harian Kabar Sumatera, saat beraksi di sana. Bahkan, dalam rekaman CCTV dirinya bersama enam rekan lainnya menggunakan senjata api dengan sempat melutuskan tembakan beberapa kali dalam kantor Media tersebut.

Djoko juga menambahkan, penangkapan pelaku selain terekam oleh CCTV, juga berdasarkan handphone milik tersangka yang tertinggal.

“Tas tersangka ketinggalan di kantor media tersebut, setelah kita periksa ditemukan HP tersangka sehingga kita dengan mudah melacaknya,” ujarnya.

Tersangka sebenarnya mengincar motor milik karyawan yang terparkir di depan kantor, akan tetapi tersangka Baharudin tetap berkelit saat diperiksa petugas. Dirinya masih mengelak, padahal perbuatannya telah terekam CCTV.

“Aku tidak ikut, yang ada dalam rekaman semuanya teman saya. Handphone saya itu sudah hilang,” katanya.

Di dalam handphone milik tersangka yang diamankan tersebut, terlihat foto tersangka tidur bersama uang yang diduga hasil perampokan. Selain itu, tersangka juga berfoto dengan senpi yang digunakan pelaku.

“Senpinya dipinjam teman, saya tidak tahu sekarang ada di mana. Aku memang bekerja sebagai honorer Satuan polisi Pamong Praja Sumatera Selatan selama 5 tahun,” jelas tersangka.

Sebenarnya, dalam aksi di depan kantor itu, mereka belum berhasil karena tepergok karyawan dan mendapatkan perlawanan dari karyawan. Tersangka bersama kawanannya sempat menembaki
karyawan, bahkan, mereka sempat masuk didalam kantor untuk mengambil sepeda motor karyawan. Karena seluruh karyawan melakukan perlawanan, para perampok tersebut akhirnya langsung melarikan diri meski lubang kunci kendaraan karyawan incarannya telah mengalami kerusakan. (VAL).