Polisi Tangkap 2 Truk Pengangkut Ikan Ilegal

Foto : Sayangi.com/Ami

Pontianak, Sayangi.com – Tim Direktorat Reserse Umum dan Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangkap dua unit mobil truk bak tertutup yang sedang membawa ikan jenis kembung dan tongkol ilegal asal Malaysia.

“Terungkapnya dua truk yang sedang membawa ikan ilegal asal Malaysia tersebut, karena saat ini Polda Kalbar sedang gencar-gencarnya melakukan razia dan penertiban barang-barang ilegal,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar di Pontianak, Kamis (26/9).

Mukson menjelaskan, terungkapnya penyeludupan ikan ilegal tersebut pada Rabu (25/9) pukul 22.00 WIB di Jalan Trans Kalimantan, saat penyetopan dua unit mobil bak tertutup yang kemudian kedapatan membawa ikan jenis kembung dan tongkol asal Malaysia.

Mobil bak tertutup dengan nomor polisi KB 9669 NK yang dikemudikan oleh Efendi (47) alamat Jalan Ya’ Sabran, Kecamatan Pontianak Timur, kedapatan membawa 700 kotak ikan seberat tujuh ton.

“Dokumen dengan jumlah barang yang dibawa tidak cocok sehingga dianggap ilegal. Di dokumennya tercantum membawa ikan sebanyak 300 kotak atau tiga ton, sementara setelah dicek membawa tujuh ton. Dari hasil pemeriksaan sementara ikan ilegal itu milik saudara Samad yang saat ini masih dalam pencarian,” kata Mukson.

Kemudian mobil truk bak tertutup yang kedua dengan nomor polisi KB 9545 NC yang dikemudikan oleh Yusuf (43) beralamat Jalan Komodor Yos Sudarso, Gang Suka Padi, yang juga membawa ikan kembung dan tongkol sebanyak enam ratus kotak atau enam ton.

“Tetapi dalam dokumen yang dibawa hanya mencantumkan sebanyak empat ratus kotak atau empat ton, dengan pemilik Asong,” kata Mukson.

Mukson menambahkan, dari pengakuan kedua sopir itu, ikan kembung dan tongkol itu dibeli dari Balai Karangan, Kabupaten Entikong, atau berasal dari Malaysia.

“Kasus penyeludupan ikan ini masih dalam pemeriksaan untuk dilakukan proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Pelaku bisa diancam dengan Undang-undang No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp150 juta. (Ant)