KSPSI: Upah Buruh Hanya Cukup Dimakan Tiga Minggu

Foto: sayangi.com/Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Sekjend DPP KSPSI, Sukbiyanto mengatakan upah buruh di Indonesia dengan negara lain jauh berbeda. Di Indonesia upah buruh itu hanya cukup dimakan tiga minggu, papar Sukbiyanto dalam acara Seminar Nasional dengan tema Upah Kesejahteraan Pekerja dan Politik: Mencari Solusi Kisruh Pengupahan” di Galeri Cafe TIM cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/9).

Dalam acara yang diadakan oleh Front Nasional Serikat Pekerja/ Serikat Buruh ini, hadir sebagai narasumber, yaitu Endang Sunarto (SPN), Sukbiyanto (KSPSI), Abidin Fikri (Komisi IX DPR RI), Adityawarman (APINDO), Perwakilan Kementerian Tenaga Kerja, dan Perwakilan Kementerian Perindustrian.

Ekonomi kita itu, kata Sukbiyanto, adalah ekonomi liberal, tapi pemerintah tidak pernah transparan. Ekonomi liberal menjadi ekonomi binatang/binatang ekonomi.

Artinya, yang kuat memakan yang lemah. Contoh misalnya, saat ini dengan adanya mal-mal, indomaret, minimarket, dan sebagainya, membuat para pedagang sembako, sedikit demi sedikit hilang.

“Inilah salah satu bukti bahwa tidak adanya usaha pemerintah terhadap pedagang tradisional dan buruh. Peran negara mundur ke belakang, pekerja dan buruh suruh tarung sendiri. Negara kita ini negara agraris, maritim, dan negara industri, tapi adakah pemerintah berpihak ke agraris, maritim dan industri. Kedelai impor, gas mahal, dan sebagainya,” papar

Menurut Sukbiyanto, pemerintah Indonesia adalah pemerintah calo, yang hanya mencari keuntungan pribadi dan kelompok tertentu. Ekonomi Indonesia jelas liberal. Sistem ekonomi ini terus bergerak ke arah menuju pasar bebas dan sistem ekonomi berpaham perdagangan bebas dalam era globalisasi yang bertujuan menghilangkan kebijakan ekonomi proteksionisme.

“Sementara Pemerintah gagal memberikan fasilitas-fasilitas tersebut kepada masyarakatnya,” jelas Sukbiyanto.(RH)