Pagu Anggaran OJK Rp 2,4 Triliun Disetujui DPR

Foto: sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, Pagu Indikatif tahun anggaran 2014 sebesar Rp 2,4 triliun telah disetujui oleh Komisi XI DPR RI.

Sebelumnya Pagu Indikatif tahun anggaran 2014 sebesar Rp 2,4 triliun yang sumber pembiayaannya diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pun telah mendapat persetujuan oleh Menteri Keuangan sejak 1 Juli 2013.

Ketua OJK Muliaman D. Hadad mengatakan, adapun rencana alokasi anggaran OJK tahun 2014 sebesar Rp 2,4 triliun yang akan digunakan pertama, untuk mendukung pelaksanaan sasaran strategis dan Indikator Kinerja Utama (IKU) OJK tahun 2014.

Kedua menurut Muliaman, untuk pengalihan fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia (BI) ke OJK.

“Sehingga kita memerlukan penyediaan infrastruktur kantor pusat, kantor regional dan kantor OJK didaerah,” kata Muliaman dalam Raker Komisi XI dengan OJK di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/9).

Muliaman menambahkan, penyediaan infrastruktur tersebut meliputi pembayaran cost sharing kepada BI untuk aplikasi sistem pengawasan perbankan, pengembangan data center dan interkoneksi IT, Pengembangan sistem informasi dan lainnya.

“Kita juga perlu penambahan anggaran pada 2014 terutama untuk menanggung biaya kesetaraan bagi pegawai yang berasal dari BI sesuai dengan standar OJK,” ujar Muliaman.

Muliaman menambahkan, alokasi anggaran juga diperlukan untuk perekrutan pegawai baru serta operasionalisasi fungsi pengaturan dan pengawasan perbankan di kantor pusat dan kantor OJK diseluruh Indonesia.

Sebagaimana telah disebutkan menurut Muliaman, anggaran OJK tahun 2014 juga belum termasuk anggaran remunerasi untuk penambahan pegawai BI ke OJK sekitar Rp 810 miliar. (RH)