Akbar: Saya Banyak Terinspirasi Pemikiran Gus Dur

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Tokoh bangsa, Akbar Tanjung, mengatakan, dirinya sudah lama mengenal Gus Dur, dan banyak terinspirasi dari pemikiran-pemikirannya, terutama tentang demokrasi, kemajemukan dan memperjuangkan keadilan.

“Ketika saya menjadi Ketua Umum Partai Golkar saya mencoba menerapkan nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan dalam partai. salah satunya dengan membuat konvensi Calon Presiden (Capres)”, kata Akbar ketika menyampaikan komentar pada hari lahir The Wahid Institute ke-9, di kediaman orang tua Gusdur, Wahid Hasim, Matraman (26/9).

Beberapa tokoh termasuk Akbar Tanjung dalam memberikan komentarnya berdiri di atas panggung dan berjejer dengan beberapa tokoh, di antaranya Wiranto yang berdiri di sebelahnya, dan Luhut Panjaitan.

Dalam satu kesempatan, sambung Akbar, dia ketemu Gus Dur yang mengatakan bahwa itu hanya akal-akalan saja, “Saya katakan, ini bukan akal-akalan Gus, ini serius untuk menyaring kepemimpinan yang berkualitas”.     

Setelah konvensi berakhir dan kenyataannya hasil dari konvensi tersebut melahirkan tokoh-tokoh yang masih saja eksis hingga sekarang.

“Saat saya ketemu Gus Dur lagi seusai Konvensi, Gus Dur mengatakan bahwa saya tidak akal-akalan,” ujar mantan meneri di era Orde Baru ini.

Tokoh-tokoh yang dimaksud dan masih eksis tersebut di antaranya: Wiranto, Abu Rizal Bakri, Prabowo, dan Surya Paloh yang hingga saat ini masih tetap mencalonkan diri menjadi sebagai Capres.

Acara Hari Lahir Wahid Institute ini dikemas dengan suasana yang santai dan tidak resmi serta dengan pembawa acara Rosiana Silalahi dan Pimpred Tempo, Wahyu Muryadi. Menariknya, irama pembacaan ayat-ayat suci Alquran pun disampaikan dengan gaya tembang jawa.

Pada kesempatan tersebut Jokowi diberikan cindera mata berupa peci Gus Dur yang diserahkan langsung oleh istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid. Selain Jokowi, acara tersebut juga dihadiri beberapa tokoh nasional seperti   Bursah Zarnubi, Djan Farid, Luhut Panjaitan, Said Aqil Siradj, Romahurmuzzi, Adhi M Massardi dan lain-lain. (VAL)