Batal Diperiksa, Kak Seto Pastikan Kejiwaan Dul

Foto: Sayangi.com/ Indra Bahle

Jakarta, Sayangi.com – Bersamaan dengan pembatalan rencana pemeriksaan Abdul Qodir Jaelani (AQJ) alias Dul, tersangka kasus tabrakan beruntun di ruas tol Jagorawi 8 September silam, hari ini dikediamannya, Kak Seto terlihat tengah datang berkunjung kerumah Ahmad Dhani di bilangan Pinang Mas Jakarta Selatan, pada siang hari Kamis, (26/09).

Kak Seto mengungkapkan kedatangannya ke rumah Bos Republik Cinta Manajemen itu kali ini untuk melihat kondisi kejiwaan AQJ. “Saya hanya ingin melihat kondisi kejiwaan AQJ. Apakah sudah siap untuk dilakukan pemeriksaan karena menurut UU perlindungan anak dengan jelas dijelaskan perlu adanya pemantauan bagi anak yang berkonflik dengan hukum,” tuturnya sebelum masuk kekediaman Ahmad Dhani, pada Kamis (26/9).

Kak Seto menambahkan bahwa dirinya sudah mendengar tentang kabar rencana dan jadwal pemeriksaan AQJ yang diketahui atas permintaan dari Ahmad Dhani sendiri sejak beberapa hari lalu. Kak Seto ingin memastikan dulu kondisi kejiwaan AQJ sebelum pemeriksaan dilakukan.

“Jadi ini saya mau liat kondisi AQJ secara psikologis walaupun saya dengar bapaknya minta segera dilakukan pemeriksaan tapi demi kepentingan perlidungan dan kejiwaan anak saya kira harus dilihat dulu bagaimana suara anak mau apa tidak diperiksa. Takutnya nanti kontra produktif hasilnya nanti,” katanya.

Menurut Kak Seto, dirinya belum mengetahui soal kondisi terakhir AQJ serta kabar pembatalan pemeriksaan AQJ hari ini. “Makanya kita belum lihat. Karena selain kondisi fisik kondisi secara psikologis juga perlu dilihat. Apakah dia sudah siap atau belum takutnya malah kalau belum siap, keterangannya malah menyimpang atau jadi nggak jujur dan sebagainya. Dan itu akan merugikan pihak penyidik,” tambahnya.

Menurut rencana sebelumnya, pemeriksaan oleh pihak kepolisian yang seyogyanya dilakukan di kediaman tersangka tersebut, Dul akan mendapatkan pendampingan khusus oleh pihak Komnas Perlindungan Anak. Kak Seto mengungkapkan bentuk pendampingan itu adalah pendampingan secara psikologis tentang kesiapan si anak menjalani pemeriksaan.

Sebelum pemeriksaan oleh penyidik, terlebih dahulu pihak Komnas Perlindungan Anak (KPA) akan melakukan observasi dan pengamatan serta wawancara dahulu dengan yang bersangkutan.

“Nanti kita lihat, kalo dia masih stress masih belum sehat atau hal-hal yang menimbulkan gangguan secara psikologis maka pemeriksaan terhadap AQJ harus ditunda sampai yang bersangkutan siap,” pungkasnya. (FIT)