Warga Sangkal Lewthwaite Tinggal di Johannesburg

Foto: thesundaytimes.co.uk

Johannesburg, Sayangi.com – Seorang wanita Inggris yang dinilai terkait dengan serangan di pusat perbelanjaan di Nairobi diduga menggunakan identitas Afrika Selatan untuk memperoleh pinjaman bank dan menyewa properti di Johannesburg, menurut laporan media lokal, Rabu. Namun warga menyangkal jika Lewthwaite telah tinggal di alamat tersebut atau tidak ingat pernah melihat yang bersangkutan.

Seorang pakar teror lokal dan akademis mengatakan awal pekan ini bahwa dia secara teratur melakukan perjalanan ke Afrika Selatan dan tinggal di pinggiran kota warga Asia Selatan Johannesburg awal tahun ini.

Di jalanan yang ramai yang penuh dengan toko-toko tempat para wanitanya mengenakan penutup kepala dan berjalan bersama dengan anak-anak mereka, bangunan baru tampak dibangun di halaman lokasi dua rumah telah dihancurkan lebih dari satu tahun lalu.

“Saya tidak melihatnya di sini sebelumnya,” kata seorang tetangga yang telah tinggal di seberang jalan selama tujuh tahun, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya.

Seorang pria yang mengidentifikasi dirinya hanya sebagai Junaid, dan mengatakan ia membangun kembali properti yang dibeli dari pemiliknya yang berusia 65 tahun dua tahun lalu, membantah jika seorang wanita Inggris pernah tinggal di sana.

Di sisi lain kota, di kawasan pinggiran Bromhof, para tetangga yang telah tinggal sejak 2008 di seberang jalan dari rumah yang disebut disewa oleh Lewthwaite, juga tidak bisa mengingat yang bersangkutan tinggal di sana.

Samantha Lewthwaite, yang dicari oleh polisi Kenya atas dugaan keterlibatan dalam plot teror yang terpisah, menggunakan nama alias Natalie Faye Webb untuk menyewa setidaknya tiga properti dan memperoleh utang sampai 8.600 dolar, menurut televisi Afrika Selatan ENCA.

Wanita berusia 29 tahun yang beralih agama menjadi muslim itu dijuluki “white widow” (janda kulit putih) karena suaminya merupakan salah satu pelaku bom bunuh diri London 2005, menandatangani perjanjian sewa di sekitar Johannesburg, tapi tidak jelas apakah dia tinggal di salah satu tempat itu.

Menurut catatan kredit yang dikeluarkan oleh ENCA, dia terdaftar tinggal di kota padat penduduk keturunan Asia Selatan, Mayfair, selama empat tahun.

Menteri Luar Negeri Kenya mengatakan, seorang wanita Inggris merupakan salah satu penyerang yang menembak mati puluhan orang di sebuah pusat perbelanjaan Nairobi yang dimulai pada Sabtu.

Presiden Uhuru Kenyatta kemudian mengatakan laporan itu tidak bisa dikonfirmasi.

Namun pihak berwenang Kenya mengeluarkan surat pengumuman pencarian Lewthwaite setelah dia memasuki negara itu dari pos perbatasan Lunga dan Namanga di bagian timur laut Tanzania, pada bulan Februari dan Agustus 2011 menggunakan paspor Afrika Selatan dengan nama Webb.

Dua bulan kemudian toko pakaian Afrika Selatan mengisyaratkan adanya kegagalan pembayaran utang senilai hampir 2.700 dolar.

Pada Agustus 2012 sebuah pengadilan di Johannesburg mengeluarkan perintah penangkapan terhadap dirinya terkait utang senilai 2.800 dolar dengan Bank First Rand Afrika Selatan.

Lewthwaite menikah dengan Germaine Lindsay, salah satu dari empat pembom bunuh diri yang menyerang jaringan transportasi London pada Juli 2005 dan menewaskan 52 orang. (FIT/ANT)