Insentif KLB Apartemen Murah Masih Dibahas

Foto : Sayangi.com/doc

Jakarta, Sayangi.com – Draft perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) No 27 Tahun 2009 tentang Pembangunan Rumah Susun (Rusun) Sederhana telah diserahkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) kepada Pemprov DKI Jakarta untuk dibahas agar bisa segera ditetapkan.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku, draft perubahan Pergub itu telah diterima pihaknya sejak beberapa waktu lalu. Kini, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait pun tengah membahasnya. “Iya, sudah kami terima draft-nya. Nanti kita rembuk bareng-bareng agar dapat diterima semua pihak,” ujar Jokowi di Balaikota, Kamis (26/9).

Dikatakan Jokowi, dalam pergub itu, salah satu yang menjadi pembahasan yakni penghitungan insentif koefisien lantai bangunan (KLB) yang harus dilakukan secara hati-hati. Sehingga diharapkan tidak ada pihak-pihak yang dirugikan atau tidak tepat sasaran.

“Baru dihitung KLB yang pas berapa. Karena yang sulit itu mengitung KLB-nya. Jangan sampai swasta dirugikan dan jangan sampai harganya juga mahal,” katanya.

Diakui Jokowi, perubahan Pergub tersebut atas permintaan dari Kemenpera yang didasari oleh pembangunan apartemen murah di ibu kota yang tidak berjalan dengan baik. Sehingga insentif KLB yang hanya sebesar 3,5 persen diminta untuk dinaikan menjadi 6 persen. “Tapi angkanya belum dipastikan, karena masih dibahas,” ungkapnya.

Setelah perubahan insentif KLB disepakati, tambah Jokowi, pihaknya akan menyosialisasikannya ke Real Estate Indonesia (REI). Dengan begitu diharapkan para pengembang bisa segera membangun hunian murah dan layak bagi warga Jakarta. “Setelah hitung-hitungannya rampung, baru kita ketemu REI, untuk sosialisasikan seperti apa yang disetujui,” ucapnya.

Meski begitu, Jokowi mengaku tidak menargetkan berapa lama pembahasan atas perubahan pergut tersebut. Sebab, untuk menentukan insentif KLB memang harus melihat dari berbagai faktor. (bj)