Pemerintah Dukung Perusahaan HP Lokal

Foto: Ant

Seoul, Sayangi.com – Pemerintah mendukung perusahaan yang akan mengembangkan produk telepon genggam cerdas (smart phone) merek lokal di Indonesia dengan memberikan sejumlah fasilitas antara lain di bidang perpajakan.

“Pemerintah akan mem-‘back up’ perusahaan dengan ‘brand’ lokal itu,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat kepada wartawan di sela Forum Bisnis RI-Korsel di Seoul, Kamis.

Menteri mengungkapkan bahwa dua perusahaan yakni Polytron dan Ever Cross serta satu konsorsium perusahaan menyatakan akan meluncurkan investasi pembuatan “smart phone” bermerek lokal.

Selama ini, perusahaan-perusahaan itu hanya menjadi pedagang produk dari China.

Dijelaskan bahwa bagi Polytron kemungkinan pada akhir tahun ini sudah bisa berproduksi di Kudus, Jawa Tengah, sementara Ever Cross masih perlu membangun pabrik selama setahun sebelum mulai berproduksi.

Pada tahap awal, rata-rata produksi mereka mencapai 100.000 hingga 200.000 unit per bulan.

Menteri menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan berupa pemberian fasilitas perpajakan dan bea masuk bahan pendukung.

Pemerintah juga akan membantu mengamankan pasar dengan memberantas pemasaran “smart phone” ilegal.

Pemerintah, katanya, akan menyediakan laboratorium pengujian di Surabaya.

Hidayat mengatakan bahwa dukungan kepada investor yang akan membuat “smart phone” lokal itu diberikan sambil menunggu kepastian apakah Samsung, perusahaan gadget Korsel, berminat menanamkan modalnya untuk pembangunan pabrik di Indonesia.

Hasil Pertemuan Berkaitan dengan pertemuannya dengan sejumlah pemimpin perusahaan Korsel di sela forum bisnis itu, Menperin Hidayat menjelaskan, perusahaan-perusahaan itu masih berkomitmen untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Perusahaan-perusahaan itu adalah Lotte Petrochemical, Dosan dan Samsung.

Menurut Menteri, pimpinan Lotte Petrochemical, yang sebelumnya bernama Honam petrochemical, memastikan akan menindaklanjuti investasinya dengan berunding dengan PT krakatau Steel dalam pembelian lahan.

Jika pembelian lahan itu selesai, perusahaan produsen petrokimia itu masih perlu menyelesaikan masalah pendanaannya sebelum menyatakan siap melaksanakan kontruksi.

Sementara Dosan, kata menteri, perusahaan itu siap untuk melakukan konstruksi dan memasok alat berat bagi perluasan pabrik pembangkit listrik 600 MW di Cirebon.

Sedangkan Samsung menyatakan kepada Menperin bahwa perusahaan itu masih akan mempertimbangkan secepatnya apakah akan membangun pabrik di Indonesia atau tidak.

Sebelumnya Samsung mengatakan akan investasi di China dan Vietnam.

Selama ini Samsung hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar gadget. Perusahaan itu mampu menjual satu juta unit per bulan.