CSR PT SAP Dinilai DPRD Sumsel Masih Terlalu Minim

Foto : Sayangi.com/Ardhy

Palembang, Sayangi.com – Meskipun puluhan tahun berbisnis di Sumatera Selatan (Sumsel), PT Sinar Alam Permai (SAP) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit skala besar dinilai belum memberikan sumbangsih yang riil bagi daerah.

Setidaknya, corparated social responsibility (CSR) perusahaan ini dinilai masih sangat minim, hal itu diketahui saat Komisi IV DPRD Sumsel berkunjung ke pabrik PT SAP, Kamis (26/09).

Dalam dialog yang digelar di ruang pertemuan kantor PT SAP, Koordinator Komisi IV HA Djauhari, MM
menanyakan seberapa besar kontribusi PT SAP yang sudah dikeluarkan, utamanya dana CSR.

Menanggapi pertanyaan itu Manajer SDM PT SAP Sofia Nadira menjelaskan, dalam operasionalnya, kontribusi SAP berupa pembayaran pajak, terutama pajak kendaraan truk-truk, dan beragam perizinan. Namun diakui
Sofia, semua itu masuk ke Pemkab Banyuasin karena pabrik perusahaan ini berada di Banyuasin.

“Yang besar itu pajak ekspor, sekitar Rp50 miliar setiap tahun, tapi itu masuk ke kas negara,” ungkapnya.

Sedangkan untuk CSR, menurut Sofia, pihaknya menyalurkan CSR untuk bidang pendidikan, yakni berupa pelatihan bagi siswa-siswa SMK yang akan lulus. “Kita beri pelatihan keterampilan,” sambung Sofia.

Saat disinggung berapa nilai kegiatan itu bila dirupiahkan, Sofia mengaku besarannya sekitar Rp500 juta setiap tahun. Mendengar jawaban ini, anggota Komisi IV H Kartak SAS pun mempersoalkan kecilnya nilai CSR dibanding keuntungan yang diperoleh perusahaan.

“Coba bandingkan, kalau pajak ekspor saja sudah Rp50 miliar per tahun, tentu keuntungan yang diperoleh lebih dari itu. Kenapa CSR cuma Rp500 juta? Itu sangat minim, tidak sebanding CSR dengan keuntungan yang didapat perusahaan,” celetuk Kartak, anggota DPRD Sumsel dari Fraksi PKB yang turut berkunjung
ke perusahaan itu.

Koordinator Komisi IV HA Djauhari meminta agar PT SAP meningkatkan CSR sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu jenisnya juga dikembangkan, bukan hanya di bidang pendidikan. Bisa untuk infrastruktur seperti pembangunan jalan, masjid, dan lainnya.

“Kita mintalah itu diperhatikan CSR untuk masyarakat sekitar, jangan sampai keberadaan PT SAP tidak memberi kontribusi untuk warga, apalagi masyarakat di sekitar pabrik,” tegas Djauhari.

Mendengar kritikan para wakil rakyat ini, Sofia yang didampingi Manajer Pabrik Fahrurozi, mengatakan, saran, permintaan, dan usulan Komisi IV akan diterima sebagai masukan. “Siap pak, kami terima sarannya,” ucap Sofia yang berjanji akan menindak-lanjuti usulan Komisi IV DPRD Sumsel itu.(MARD).