Saat Rupiah Terus Melemah, IHSG Menguat

Ilustrasi foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Mata uang rupiah pada Jumat pagi bergerak melemah menjadi Rp 11.445 per dolar AS, karena masih dibayangi sentimen negatif eksternal.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak melemah tipis sebesar 50 poin menjadi Rp 11.445 dibanding posisi sebelumnya di Rp 11.395 per dolar AS. Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir di Jakarta, Jumat (27/9) menyatakan, dari sisi fundamental, rupiah masih dibayangi oleh kekhawatiran pengurangan pemberian stimulus Bank Sentral AS atau the Fed, sebelum penutupan tahun 2013.

“Selain itu, tampaknya investor juga cenderung menahan diri, seraya menanti kejelasan lebih lanjut atas negosiasi kenaikan plafon utang AS,” kata Zulfirman Basir. Ia menambahkan, pasar keuangan juga cenderung waspada menjelang serangkaian data ekonomi Indonesia pada 1 Oktober 2013 yang dapat memberikan kejelasan atas kondisi inflasi, neraca perdagangan, dan sektor manufaktur Indonesia.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka menguat sebesar 30,87 poin, seiring dengan bursa saham global yang juga berada di areal positif. IHSG BEI dibuka naik 30,87 poin atau 0,70 persen menjadi 4.436,76. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,87 poin (1,07 persen) ke level 743,38.

“Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pagi ini seiring dengan penguatan bursa AS tadi malam,” kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung di Jakarta, Jumat (27/9). Benedictus Agung menambahkan, kontrak investasi kolektif (Exchange Traded Fund/ETF) Indonesia yang ada di bursa AS juga mengalami kenaikan. ETF Indonesia mengakhiri koreksinya dalam empat hari terakhir dengan menguat 2,3 persen tadi malam.

Namun demikian, lanjut dia, sektor saham perkebunan diperkirakan dapat menjadi penahan laju indeks BEI dikarenakan harga minyak sawit mentah (CPO) yang mengalami penurunan.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng menguat 106,67 poin (0,46 persen) ke level 23.231,70, indeks Nikkei-225 turun 2,07 poin (0,01 persen) ke level 14.797,05, dan Straits Times menguat 22,03 poin (0,68 persen) ke posisi 3.216,14. (MSR/ANT)