Yahoo Bocorkan Privacy Akun Bekas Penggunanya

Foto: pcmag.com

Washington, Sayangi.com – Hati-hati untuk anda yang tak lagi mengaktifkan email Yahoo selama lebih dari 6 bulan. Sebab, seorang pria mengatakan pada situs information week jika dirinya menerima banyak email dengan informasi sensitif di dalamnya.

Juni lalu, Perusahaan web Yahoo mengumumkan bahwa alamat dan akun yahoo akan ‘didaur ulang’ jika sudah setahun tak diaktifkan. “Sebelum mendaur ulang akun yang tidak aktif, kami masih berusaha memberitahukan pada pemilik akun agar mereka mengaktifkan kembali. Jika tidak mendapatkan jawaban maka kami akan mendaur ulang,” katanya perwakilan Yahoo.

“Kami melakukan banyak langkah pencegahan untuk memastikan hal ini dilakukan dengan aman, termasuk menghapus data pribadi pemilik akun sebelumnya, mengirim kembali email-email yang diterima antara 30 hingga 60 hari sebelumnya agar pengirim tahu akun itu tidak lagi aktif,” tambahnya.

Para pakar privasi internet meminta Yahoo menanggapi isu itu sesegara mungkin. Sementara, Yahoo mengklaim telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi ketakutan bocornya privasi dan keamanan informasi.

Yahoo saat ini juga sedang dalam proses meluncurkan fitur baru bernama Not My Email yang memungkinkan pengguna melaporkan email yang memang bukan ditujukan untuk mereka. Namun rupanya, proses itu tak bisa menjawab kegelisahan pemilik bekas akun Yahoo.

Tom Jenkins, seorang pakar keamanan IT, mengatakan kepada Information Week, “Saya bisa mengakses akun Pandora (radio online) mereka tapi saya tak akan melakukannya. Saya bisa mengakses Facebook dia (pemilik lama), tapi saya tidak akan melakukannya. Saya tahu nama, alamat dan nomor telepon dia. Saya tahu anaknya bersekolah dimana, empat angka terakhir nomor jaminan sosial miliknya, saya tahu bahwa ia punya janji bertemu dokter mata pekan lalu dan saya baru saja diundang ke pernikahan temannya,” paparnya.

“Saya menyarankan agar anda tetap mengaktifkan akun Yahoo setidaknya setiap enam bulan sekali untuk memastikan agar anda tetap memiliki akun tersebut,” kata pakar keamanan Lee Munson.

Para pakar keamanan mengatakan isu ini tidak bisa dihindari.

“Masalah ini sudah dibahas oleh pakar keamanan dan privasi berbulan-bulan yang lalu ketika Yahoo mengumumkan niat mereka untuk mendaur ulang email dan memperingatkan bahwa rencana ini akan menciptakan masalah keamanan dan privasi. Tapi Yahoo mengecilkan risiko ini dan mengabaikan kritik, tapi kini kita lihat kekhawatiran-kekhawatiran itu terbukti,” kata juru bicara Privacy International, Mike Rispoli.

“Skema email ini, upaya untuk merayu pengguna lama agar tetap aktif dan menarik pengguna baru, berdampak pada data kita yang paling pribadi diakses oleh orang yang tidak kita kenal tanpa sepengetahuan kita,” ujar Mike.

“Kita berbicara tentang kata kunci akun, alamat kontak teman dan keluarga, catatan kesehatan, isu ini harus segera ditanggapi oleh Yahoo jika mereka peduli dengan pengguna mereka dan ingin pengguna mempercayai mereka dengan informasi-informasi sensitif.” (FIT/BBC/The telegraph)