Wakil Rektor UI Siap Hadapi Jumat Keramat

Foto: ui.ac.id

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan, dan Administrasi Umum Universitas Indonesia (UI), Tafsir Nurchamid, sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi pengadaan dan instalasi teknologi informasi Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia tahun anggaran 2010-2011.

“Yang bersangkutan (TN) diperiksa sebagai tersangka,” ujar Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan, Priharsa Nugraha saat dihubungi di Jakarta, Jum’at (27/9). Tafsir Nurchamid yang tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.30 didampingi oleh kuasa hukumnya, Chudry sitompul, tidak memberikan keterangan apapun. Namun, menyerahkan semuanya kepada kuasa hukumnya. “Dengan Kuasa hukum saya saja,” ungkap Tafsir.

Menurut Chudry, saat ini kliennya sudah siap menghadapi keputusan apapun yang akan diambil KPK. “Saya kira beliau sudah siap dan beliau sudah dikasih tahu, ini ‘kan hari keramat,” jelas Chudry Sitompul.

Tafsir diketahui pernah menjabat Wakil Dekan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI pada 2003-2007. Saat itu, posisi Dekan dijabat oleh Gumilar R Soemantri. Tafsir saat ini menjabat dosen di Jurusan Administrasi FISIP UI, dia memperoleh gelar doktor dan master di Bidang Administrasi Pajak dari Pascasarjana UI setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi UI.

Terkait penyelidikan proyek teknologi informasi perpustakaan ini, KPK pernah meminta keterangan Demisioner Rektor UI Gumilar R Soemantri. Tafsir disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dia diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama yang merugikan keuangan negara, ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. KPK menemukan dugaan penggelembungan harga dari proyek pengadaan senilai Rp 21 miliar tersebut. KPK memastikan pengusutan kasus ini tidak berhenti pada penetapan tafsir sebagai tersangka. (MSR)